Sabtu, 28 April 2018

Aplikasi pembayaran terbaik karya anak bangsa


Pernah terjadi di suatu malam yang larut, listrik prabayar di rumah bebunyi nyaring menandakan pulsa listrik sudah kritis. Mau beli pulsa listrik tengah malam buta, dimana? Jadinya, semua lampu dan peralatan elektronik di rumah pun dimatikan, hanya kulkas dan sebuah lampu saja yang masih beroperasi untuk menahan laju listrik agar mampu bertahan hingga pagi hari. Hasilnya, belum pagi datang rumah sudah gelap gulita kehabisan listrik.

Atau mungkin kita pernah dengar berita tentang seseorang yang terkaget-kaget melihat tagihan air PDAM nya yang membengkak hingga jutaan rupiah cuman gara-gara lupa membayar biaya PDAM tiap bulanannya.. iya, hanya gara-gara lupa.

Ada juga cerita dari sahabat saat mendapat tugas di daerah baru dan terpencil yang kesulitan mencari “warung pulsa” agar komunikasinya dapat tetap terjaga dengan keluarganya yang sedang ditinggalkan bertugas.

Atau kisah tentang perjuangan seorang mahasiswa yang terpaksa harus basah kuyup kedinginan menerobos derasnya hujan hanya ‘buat ngebelain’ beli pulsa paketan internet karena harus segera ngirim tugas melalui email ke dosennya saat itu juga.


Gambar 1. apa masih mau ribet di jaman now ini? 

Semua kejadian di atas tadi bermuara pada satu pertanyaan yang sama, ada gak sih aplikasi yang membuat kita gampang dan gak ribet buat melakukan pembayaran apapun, kapanpun, dimanapun? Atau bahkan bisa otomatis membayar tagihan sendiri tanpa harus repot-repot mengingat-ingat jadwal pembayaran tagihan seperti bayar BPJS, atau TV kabel gitu?
Untngnya jawaban tersebut adalah Ada..

Aplikasi apa itu? Namanya Bebasbayar.
Dari namanya aja sudah menjelaskan tujuan dibuatnya aplikasi fintech ini: bebas bayar, mau bayar apapun bebas di mana saja, kapan saja, apa saja. Dan satu lagi nih, kata bebas itu maksudnya juga bebas dari biaya keanggotaan buat join di bebasbayar. Asik kan? Di tengah maraknya aplikasi-aplikasi fintech lainnya dengan biaya keanggotaan di awal bernilai lumayan mahal, ini malah aplikasi bebasbayar memberikan gratis biaya buat menjadi anggota, jadi uang yang ditransfer itu nantinya 100% bisa habis dipakai buat transaksi apa aja di bebasbayar, gak dipotong buat biaya anggota, gak harus ngendapin saldo atau batasan minimal saldo yang menyebabkan saldo kita cuman ngendap gitu gak bisa dipakai. Enak kan?


Gambar 2. Tampilan aplikasi bebasbayar di smartphone android

Ets, tapi tunggu dulu, dari tadi ngomongnya fintech, fintech, dan fintech.. Fintech itu apaan sih?
Oh, fintech itu singkatan dari financial technology, maksudnya adalah suatu inovasi dalam layanan keuangan, salah satunya adalah perusahaan payment atau pembayaran seperti bebasbayar. Tujuan hadirnya aplikasi fintech ini mulia sekali lho, mempermudah siapapun untuk melakukan transaksi keuangan apapun, dimanapun,, dan kapanpun…

Oke deh, apa sih yang membedakan antara aplikasi bebasbayar dengan aplikasi fintech lainnya?
Pertama, untuk join menjadi member di bebasbayar itu gratis.. tis.. cukup ketik www.bebasbayar.com di browser atau install aplikasi bebasbayar di playstore. Kalau kesulitan tinggalkan komentar di bawah nanti saya daftarkan. Setelah itu akunnya langsung aktif deh…

Eh serius udah aktif? Berarti sudah bisa transaksi dong?
Udah aktif sih, tapi gimana mau transaksi? Kan saldonya masih nol.. hehe. Jadi deposit saldo dulu dong, minimal 10 ribu rupiah sudah bisa transaksi. Kurang nikmat apa coba di bebasbayar? Oke, misalnya kita coba isi deposit 10 ribu dulu deh buat coba-coba sebagai newbie. Menu depositnya ada di pojok kiri atas (lihat Gambar 2), tinggal masukkan nominalnya terus pilih deh mau transfer ke bank mana yang kamu suka. Nah nanti akan muncul nominal transfernya, contoh Rp. 10.145, nah diisi deh sama persis dengan nominalnya ke rekening yang sudah tertera. Beberapa detik kemudian, saldonya langsung muncul dan bisa langsung dipakai buat transaksi misalnya beli pulsa HP.

Gambar 3. Tampilan pengisian deposit

Tapi tunggu dulu deh, kita deposit 10 ribu tapi kok ada tambahan 145 rupiah sih? Kita rugi dong tiap deposit nambah 3 digit rupiah, kalau berjuta-juta kali deposit, berapa coba kerugian kita?
Nah, itu dia kelebihannya bebasbayar Bahkan sampai 3 digit tambahan tadi itu bisa kamu pakai buat transaksi, gak diembat sama bebasbayar. Gak percaya? Coba cek saldo bebasbayar tadi yang masuk ke akun ada berapa? Rp.10.000 atau Rp.10.145? bener kan?

Gambar 4. Penjelasan petunjuk dan nominal deposit

Oke, saya lanjutkan ya.. Yang kedua, proses transaksi cepat. Pernah suatu ketika teman saya membeli pulsa HP, setelah dia memberikan nomernya dan saya mengetiknya di aplikasi bebasbayar langsung tidak sampai 3 detik pulsanya sudah masuk dan membuat teman saya terheran-heran, karena biasanya kalau dia membeli pulsa di tempat lain butuh waktu yang lebih lama hingga pulsa tersebut mendarat di HP nya.

Ketiga, penggunaan aplikasi bebasbayar sangat super mudah bin gampang, bisa dijalankan di aplikasi HP seperti aplikasi android, bisa juga dijalankan di browser, bahkan proses transaksi bisa dijalankan offline yakni hanya dengan menggunakan SMS saja. Apalagi, kita masih diberi kemudahan lagi dengan ebook gratis berupa panduan lengkap untuk menjalankan aplikasi bebasbayar.

Gambar 5. Panduan lengkap penggunan aplikasi bebasbayar

Keempat dan ini yang menarik, mendapatkan CASHBACK di setiap transaksi. Enaknya di bebasbayar itu kalau setiap kita transaksi dapat cashback atau bonus. Keuntungannya tetap bisa kita nikmati meskipun seandainya aplikasi bebasbayar ini hanya kita pakai untuk kebutuhan kita sehari-hari, sehingga dapat mengubah pengeluaran menjadi pemasukan. bener gak? ya bener lah ya.. apalagi jika bebasbayar ini kita gunakan untuk berbisnis, wah untungnya dobel-dobel!

Gambar 6. Sekilas dari banyaknya cashback yang saya terima dari bebasbayar

Kelima dan gak kalah menarik dari sebelumnya yaitu mendapat bonus dari afiliate. Jadi kalau kita bisa mengajak orang lain untuk menjadi member dari bebasbayar, maka kita juga mendapatkan komisi atau bonus afiliate. TENANG... bonus yang kita dapat itu tidak diambil dari saldonya anggota yang kita daftarkan, tapi murni dari keuntungan bebasbayar, sehingga kita tidak berbuat zolim dan tidak merugikan orang lain.

Gambar 7. Daftar afiliasi bebasbayar

Yang terakhir, menu nya super lengkap. Mau isi pulsa berbagai operator dengan berbagai varian harga? ada! Pengen bayar tagihan seperti BPJS, PDAM, asuransi, multi finance, PLN, telpon pasca bayar, kartu kredit, dan TV berlangganan pun bisa, bahkan ingin dijadwalkan pembayaran setiap bulannya? Gampang! Tidak cuma itu saja, buat kalian yang maniak game bisa beli voucher game di sini. Bahkan kita yang belum sempat beli tiket buat mudik lebaran nanti gak perlu khawatir karena bisa beli tiket pesawat atau kereta api di bebasbayar.

Masih ada menu lainnya?
Masih. Mau belanja online? Bisa! Mau beli buku? Ada! Atau mau beramal dengan membayar zakat infaq dan shodaqoh? Bisa bangeettttttttttt

Gambar 8. Belanja online shop di bebasbayar

Udah deh, dari pada penasaran, mending langsung aja daftar jadi member bebasbayar. Mau nantinya dipakai buat bisnis atau dipakai sendiri buat keperluan sehari-hari dijamin tidak ada ruginya.


Sekian, semoga bermanfaat ya.... selamat bergabung menjadi keluarga besar bebasbayar

Dewi

Rabu, 04 April 2018

Kejanggalan Abang Grab Bike (Ojek Online)

4 April 2018, rabu kemarin adalah pertama kalinya aku memesan ojek online. Gaptek banget sih, masak baru coba? Kan uda ada sejak lama?. Hehehe... Kamsudnya ojek yang pake motor nggk pernah, tapi biasanya yg pake mobil, atau sekedar order makanan pake go food. Kalo ojek motor belom dibolehin sama abang suami, kemarin alhamdulillah boleh. Karena do'i gak bisa nganter. Saya sendiri sebenernya masih takut. Dedegan buka aplikasi, dengan membaca Bismillah saya bernikan pencet tombol book. Terlihat ada tanda loading muter2 nyari driver yg nyantol... Dan.... Alhamdulillah... Bapaknya tua. Hilang deg2an saya. Saya merasa aman, hehe... Klo tua kan berasa kayak bapak sendiri ye, jd gak takut.

Selesai siapin zafran kita keluar nunggu abang ojol, sepertinya ada yg lewat, ah tuñggu aja, pasti dia bakal muterin gang sekali lagi, ... Beberapa saat kemudian terdengar lagi suara motor, berhenti depan gerbang. Ternyata benar itu bapak grab bike. Kuhampiri si bapak sambil rempong gendong zafran nenteng tas, sekaligus ngunci gerbang, "bentar ya pak." Sambil senyum. Iya mbak , senyum juga. Pas mau naik aku bingung. "Gimana naiknya nih, motor gede amat, tinggi pula." Tapi dalem ati aja ya... Manti dikira norak hahaha... Lalu ku taruh zafran terlebih dahulu, nampak nya bapak ini tau aku lagi mikir cara naiknya, "bisa mbak? Duduk yg di bawah aja gpp." Dudukan Motor bapak ini bentuknya kayak tangga, yg depan rendah yg belakang tinggi, tapi gak lurus kayak prosotan, kayak tangga. Yagitulah poklknya. Akhirnya aku bisa naik diboncengan belakang. Soalnya yg depan udah full sm bapak dan Zafran. And then kita gooo...

Rada bingung juga ama motor, aku mikirnya "mungkin ini kayak kasus tukang yg belikan Motor vixion buat anaknya. Kerja ngumpulin uang cuma buat motor. Dari pada banyak mikir " Ok lupakan masalah kejanggalan motor bagus." Ngobrol lah saya saya bapaknya. Mbaknya asli mana... Suaminya? Kerja apa dsb. Giliran aku yg nanya.

Bapak tinggalnya dmn pak?
 Darmahusada mbak.
O darmahusada.
Iya deketnya karang menjangan itu lho.
Iya pak tau saya, saya kuliahnya di unair.
Unair kampus B?
Iya pak. Dalam hati masih terngiang. DARMAHUSADA, darmahusada, darmahusada... Bukannya rumah besar2 nan mehong ya di situ? Banyak kos mahasiswa juga, tapi mahaziswa kedokteran, yg perbulan bisa bayar 1juta lebih.. wow... Aneh juga nih bapak.. "Ah barangkali ada kampungnya di situ, aku aja yg gk tau. Mungkin rumah bapak inj di kampung."

Anaknya berapa pak?
Dua mbak,
Uda besar2 ya pak?
Yg satu smt.6 di UGM, yg satu smt.2 di UNESA.
(Wow keren banget nih bapak nyekolahin anaknya, ah mungkin anaknya pinter dapat beasiswa).
Wah jauh ya pak di jogja.
Ya nggak jauh mbak wong laki kok, itu aja tiap minggu pulang
O gitu ya pak
Iya kadang seminggu pulang 3 kali
Wow, kangen mungkin pak
Ya nggak mbak, wong ketemu sama temen2nya, kadang pagi datang sore balik.
Waduh gak capek ya pak
Laiya, sini jogja koyok nang wonokromo ae hahaha
Hehehhe.. biayanya itu juga pak
Laiya ittu mbak,
Naik apa biasanya pak
Naik kerera sancaka
(Sancaka sancaka sancaka sancaka... Serius nih anaknya bapak ojek naik kereta mahal)
Gak mau mbak naik ekonomi, kan lebih cepet a klo sancaka.
( Mungkin anak bapak ini punya duit sendiri kali yaaa... )
Laiya kok nggk capek ya pak
Iya mirip papa nya dulu
Ooo bapak juga suka berpetualang ya pak? Hehehe
Iya mbak... Wong ini aja kalo lebaran kadang motoran ke bali sekeluarga,
Waduhhh? Jauh amat pak
Iya saya sm istri saya anak sy yg laki bonceng adeknya.
Sekeluarga itu sukak motor semua mbak
Oo gitu ya pak
Iya istri juga suka
Pantesan ya pak motornya kok bagus
Hahahahaha... (Seperti bangga gitu bpknya)

Karena ke kepoan yg mendalam dan pembicaraan yg terlewat oleh telinga, aku melipir2 tanyapekerjaan lagi.

Berarti nge grab ini sampingan aja ya pak?
Ya iya mbak, klo nggk ya mana cukup buat hidup
Oo bpk nya kerja dmn pak td? (Dengan nada haluuuus hati2)
Saya skrg cuma ngawas aja mbak,
Ngawasi apa pak?
Ngawas di bengkel mobil, saya kan punya bengkel mobil mbak
(Glodakkkk jeduaaaarrr... Boleh saya shock dulu pakkkkkk????)



Sik ngantuk. Bubuk dulu aku

Sabtu, 24 Maret 2018

Di tipu Axis

Cerita pengalaman pribadi. Dulunya paketan internet pake telkomsel, berhibung makin mahal beralihlah saya ke axis. Lumayan lah bedanya, lagian di rumah saya sinyal axis ok, jadi saya memutuskan memakai axis. Berhubung tlp sesama dan juga sma murah, saya menjadikannya nomor tetap. Alhamdulillah cocok pake axis berkali2. Tiba2 suami mau ikutan beli kartu axis untuk internet. Beli lah dia kartu dan pulsa 50rb. Dia lupa belum di paketin tp udah dinyalain, cuma sebentar doangggg beneran bentarrrr... And... Pulsa dia habis teman temaaannnn... Hancur hatinya berkeping2 dan kapok dipemakaian pertama. Akhirnya aku komplain lewat twitter, cukup responsive. Tanggapannya cepat.
Ditanya lokasi, no hp, pemakajan kpn, and... Hasilnya... "Itu sudah sesuai pemakain ya...dll."
Intinya jawaban hanya pembelaan. Ok saya abaikan. Bbrpa bulan selanjutnya saya lah korbannya.
Ada tawaran beli pulsa 50rb dpt bonus 3gb 1minggu, cus beli pulsa, eh bener dapet kuota.
Di hari ke 7 nih, kuota masih 15an MB, terus kuota sebelumnya masih 470an MB. Tapi whyyy katanya saya internetan gak pake kuota, buru2 saya matikan data saya. Namun terlambat ... Pulsa hangusssa... Tapi setelah pulsa hilang saya masih bisa internetan, saya memakai sisa 15MB saya buat buka twitter dan komplain, saya tunjukin bukti2 screen shot serta jam2 nya. Ditanggapi cepat, tapi alasannya adaaa aja.. katanya sudah sesuai, saya internetan tidak pakai kuota. Pleaseeee.... Saya chat dia pake sisa kuota saya yg masih adaaaa... Sementara pulsa saya habis dia curiii. Terus katanua, "ada aplikasi yg memggunakan data selain 4G yg menyedot pulsa". Tambah emosiiii, dikibulin lagi sayaaa... Hp saya sudah setting 4G, dam nggl ada aplikasi yg gk bisa 4G d hp saayaa... Apapun balesan dan bukti yang saya kirm, tetep aja pembelaan sok pintar dan tidak ada niatan sedikitpun bertanggung jawab mengembalikan pulsa saya. Suami saya anginer, paham IT juga,. Konyol semua tuh jawaban operator. Sejak saat itu saya gk isi pulsa sama sekali. Percuma murah kalo nipuuuu... Oiaaa ada kuota saya yg gak bisa kepake, di app terteta 470Mb tp dia nggk berkurang, malah pulsa saya yg raib. Apapun jaringan yang saya pakai, 4G 3G 2G gak bisaaa... Kalo gitu mah buat apa, masak buat pajangan di aplikasi.

Sekarang giliran saya yang kapok pake axis.

Senin, 19 Maret 2018

Cara menyapih anak ala zafran

Bulan ini usia Zafran genap dua tahun. Otomatis jatah ASI buat zafran sudah usai. Sudah harus di sapih, alias berhenti mimik ASI. Tentunya bukan hal yang mudah menghentikan pemberian ASI bagi anak yang tiap hari mimik asi langsung. Saya sebenarnya juga nggak tega. Tapi bagaimana lagi, ini adalah tuntunan agama. Anak yang sudah dua tahun sudah harus stop ASI. Karena jika usia bertambah tetap mimik asi takutnya berpengaruh pada keperibadian. Beginilah kira2 kisah menyapih zafran

H-1 diberi ASI seperti biasa. (Perlu diketahui kalo zafran ini juga doyan susu tambahan, ASI cuma buat penutup aja, atau buat bobok, buat penenang, mungkin juga ngerasa deket dan disayang .. hehe.. )
Pas H- 1 di malam hari aku bilang sama Zafran kalai basok zafran sudah dua tahun, sudah harus stop asi. Zafran sudah besar mimiknya susu di dot atau gelas. Terus sok2 an aja aku cerita perintah nabi "zafran kata nabi itu klo uda dua tahun gak boleh mimik asi, jatahnya hanya dua tahun sejak zafran lahir. Zafran sayang kan sama nabi Muhammad? Sayang dong, pasti mau kan ngikutin apa kata nabi?." Dia diem aja, seperti menyimak, tp blom bisa berdialog interaktif hahaha... Aku sebenernya nggk paham, ini anak ngerti apa nggk ya kira2. Aku niatnya  cuma formalitas aja.

Hari H pagi2 zafran bangun, biasanya ngempeng, tp ini langsung kasi botol. Minum lah dia, alhamdulillah kenyang. Lanjut aktivitas. Main dsb sampek jm 9. Dag dig dug... Udah waktunya bobok siang. Berdoa komat kamit srmoga zafran gak minta asi. Aku berusaha menghindarkan dirinya dari sinyal2 asi.
1. Jangan pake baju yg gampang di buka. Kalo bisa nggk nyeplak kutang atau payudara. Aku pake baku yg rada tebel. Alhamdulillah dia nggk pengen.
2. Jangan sampai lapar atau haus. Kall anak mau makan dan minum, jejali sesering mungkkn hingga dia merasa kenyang. Knp? Krna klo zafran lapar lebih agresif dan susah d atur dari pada ketika kenyang.
3. Berusaha beri pengertian, kalo zafran uda dekat2 aku langsung bilang "aku sayang kamu, zafran sudah besar nggk mimik ini ya... Kalo haus mimik susu pake dot, aku sayang kamu." Berkali2 saya bilang "aku sayang kamu" why? Karena lepas ASI juga membuat dia merasa tidak disayangi. Kita harus meyakinkan dia bahwa kita tetep sayang, saya peluk dan cium dua lebih sering. (Perlu diketahui kalo zafran belum bisa berkomunikasi verbal secara jelas, sehingga saya pesimis pada awalnya)
4. Beri perhatian lebih, kalo biasanya saya sibuk pekerjaan rumah, sekarang saya berusaha mendampingi dia setiap saat. Sebentar saja dia menyadari saya tidak terlihat, pasti langsung sensitive. Semacam ketakutan ditinggal.
5. Alihkan perhatian, dengan bermain atau aktivitas lainnya.

Apa hasilnya? Pada hari pertama di pagi hari dia tidak minta, sibuk main. Tapi di siang hari (apa sore ya? Lupa) dia terlihat pengen tapi sungkan mau minta. Dia ada di dekat dada saya, dia melihat dada saya lalu melihat wajah saya beberapa kali, tentu dengan wajah sungkan setengah sedih yang membuat saya hampir tidak kuatttt... Pernah nggk sih kalian liat anak yang liat temennya pegang makanan terus dia pengen juga, tapi apa daya dia nggk dibelikan dan nggk dikasi. Bisanya cuma ngeliatin sampe makanan itu abis dengan mata sangat amattt berharapppp... Itulah yang saya lihat di wajah Zafran... Sedih dan mau nangis liat nya. Sempet saya video kasih ayahnya,. Eh malah ikut sedih.

Pada momen kayak gini, ibuuuukkkk kudu kuatttt... Kuatin lah sehari dua hari seminggu... Lama2 muka menyedihkan itu akan hilang. Dengan kasih sayang dan pengertian, insyaAlloh anak bisa mengerti. Saya bersyukur karena Zafran tidak ada ritual menangis untuk momen inni. Ibuk dan ayah diskusikanlah dengan matang kapan mau menyapih anak, tanggal berapa. Kalo menurut agama dan juga ilmu kedokteran 2tahun, selebihnya teserah ibuk dan ayahnya. Yang jelas, jika sudah di mulai JANGAN BERHENTI. Lanjutkan sajaaa agar anak tidak bingung. Makanya ayah bunda harus diskusi dengan matang, kapan disapih, mengimgat kondisi anak berbeda2, lihat kondisi anak dan bagaimana metodenya, yang tak kalah penting lihat juga kondisi bunda dan ayah, harus kuat dan tega demi masa depan anak.
Sekarang sudah 17an hari Zafran disapih, masih pengen? Spt nya masih berharap, tapi wajahnya sudah ceria. Sekarang sukanya nyungsep2 ke dada kayak anak kucing, tapi kalo dibilang "kamu kan uda besar" langsung dia senyum ketawa.

Leghaaa rasanyaaa... :)


Nb: kondisi anak itu beda2 ya bunda, sebagai orang tua insyaAlloh kita lebih tau dari pada orang lain, coba di evalusi sikapnya, apa cela2 yg bisa kita pakai untuk menyapih dia nanti. Kuatkan hati ketika menghadapi reaksi anak. Jangan mundur. Saya pribadi tidak mengoleskan apapun ke payudara spt metode konservatif ala desa saya dulu, krn dia justru akan marah dan meminta dengan bahasanya bagaimana caranya seauatu inj harus hilang dan aku mau nyusuuu sekarang .. hihihi... Soalnya pernah abis keramas kurang bersih ada shampo yang mungkin masih terasa di lidahnya, nyangkut d pd. Jadi saya berfikir metode inj tidak akan berhasil. Tapi ada juga yg berhasil (org lain). Setelah saya menyapih zafran saya sempat baca ada cara menyapih dengan dalil. Jadi anak diberi pengertian dan ditunjukka ayat Al Quran ttg menyapih dan artinya. Katanya anaknya nggk nangis. Kalo saya mah aslinya nggk tau itu dalil d Al Quran apa hadits, jadilah percakapan di atas yang ngasal :D ampun lah yaaaa... Hahaha... Tp ada hadits nya juga kok kalo gk salah. Hehe...


Jumat, 09 Februari 2018

apa kesalahan taaruf?

Semenjak jadi emak2 pengangguran, saya kok hobi baca gosip ya ...hihihi... Ampuni hamba ya Alloh. Jd di gosip tu Baru2 ini ada pasangan muda yang menikah dengan taaruf. Kenal hanya bbrpa minggu saja, langsung lamar. 3 bulan langsung cerai. Entah kenapa?
Lantas peristiwa ini dikaitkan dengan proses mereka menikah. Yaitu taaruf. Banyak komentar berseliweran dan seolah2 menyalahkan taaruf, seolah2 menikah hanya dengan taaruf ya beginj hasilnya, baru kenal kok udah nikah, beli kucing dalam karung? Bahkan ada yang bilang mending pacaran??? Biar kenal gitu, astaghfirulloh...
Sejatinya bukan taarufnya yg salah. Tapi pelakunya. Menikah dengan orang yang baru dikenal konsekuensinya pasti akan ada banyak surprise, bisa buruk bisa baik. Lagipula taaruf gak sejahat itu kok, ada tata caranya juga, cari tau orang tuanya, dan info sebanyak mungkin. Paling nggk ada gambaran lah, surprise dikit gpp. Bagi yg menjalankan ya kudu siap lahir batin, saya aja yg nikah sama orang dikenal sering korban perasaan, taaruf juga gitu. Lebih tepatnya pernikahan ya seperti itu, ada seneng ada sedih. Yang penting tetap pada jalurnya, menjalankan perintah Alloh. Bagaimana memulyakan suami, memulyakan istri, membimbing dengan cara yang baik, saling menyayangi. Di islam lengkap kok, kalo kita menjalankan sesuai kaidah islam, insyaalloh rumah tangga awet.
Sebagai istri mencoba jadi shalihah. Menjaga kehormatan, aurat, serta dari dosa lainnya. Secara yang tanggung jawab sama istri ya suami, kalo kita ngalor ngidul rambut terurai gak pake jilbab suami juga kena dosanya. Naudzubillah...masa iya tega. Bantulah dia, kalo nggk bisa ngasih pahala jgn ngasi dosa. Percaya deh kalp rumah tangga karena Allah pasti berkah, berhasil. Kita jadi lebih kuat.
Balik k taaruf, saya ada kakak kelas, dia anak nya bu nyai di yayasan. Kuliah kedokteran UI. Termasuk puinter lah ya... Terus denger2 dia mau nikah sama anak kiyai. Reaksi ku pas awal denger kabar itu langsung heran dan gak terima, "masak kak r... Nikah sama anak kyai yg kuliahnya disini2 aja? Gak sebanding lah, dia kan pinter, dokter lagi, paling nggk yg sepadan lah. Tega bngt yg jodohin." Sumpah gak terima banget. Tapi yaudalah, orangnya aja gamasalah.
Tibalah saat pernikahan, mereka terlihat.. ok lah serasi. Masih ada rasa nggk terima hihihi. Penonton aja baper hoho. Sampai suatu ketika si kakak kelas nulis bgmn dia taaruf. Ia tak pernah melihat suaminya hingga ijab qobul. (Taaruf level tinggi kali nihhh). But bermidalkan kepercayaan kepada Alloh kpd keluarga, dan sholat istikharoh oleh keluarga. Dia menikah karena Alloh. Tak sanggup saya bayangin, yang jelas kecemasan saya sudah berujung. Sekarang saya justru yakin, pria itu adalah jodoh terbaik dari Alloh.ketika dia percaya 100% pada Alloh, kebayang nggk sih apa yang bakal Alloh kasih sama rumah tangganya nantik? Harmonis, yah sangat harmonis hingga sekarang dan nanti. Keharmonisan ibi tentunya tak lepas dari akhlak keduanya, sama2 mengerti agama dan mengaplikasikannya.
Yg saling mengenal juga blom tentu Langgeng lho... Ada juga kasus 9TAHUN pacaran, 3HARI cerai OMG bangettt
Jd ketika kamu mau menikah sesuaikan juga sama kesiapanmu, taaruf siap nggk? Kalo nggk ya sm yg kenal aja. Atau berteman dulu. Pokoknya terserah lah yang penting tidak menyimpang.
Bekali diri sendiri dengan ilmu agama. Karena islam mengatur segala hal dalam hidup kita. Jangan sampai lepas pedoman islam dari diri kita.

Jumat, 21 Juli 2017

Pasangan seorang Enginer

Suami saya adalah seorang anginer. Lulusan its, kerja sebagai peneliti. Sementara bidang keilmuan saya adalah ilmu sosial, saya alumni fisip unair (gaya pdhl barusan lulus). Tentang perbedaan keilmuan kami, so pasti juga berpengaruh dengan cara kita berpikir. Beda banget dah pokoknya. Awal2 nikah rasanya seperti perang dunia tiap hari. But, nggk selamanya, makin hari makin mereda kok. Perbedaan juga butuh waktu. Ok gpp. Tapi yg jd masalah tu...

Dia tau bbrpa hal, cara memanfaatkan sesuatu, dan juga itung2an matematika atau fisika dan entah apalah itu. Apa dia kreatif? Boleh juga dibilang gitu, dikit tapi ya hehe... So, setiap ada barang gak dipake, atau kardus bagus, bungkus makanan, kaleng atau benda2 tak berguna lainnya dia selalu mngatakan

"Jangan di buang, ini bisa dipake buat ini... Bla bla bla... "
Okhey... Saya nurut aja ya ... *krn saya percaya

Dan.. Semakin lama barang2 itu semakin banyakkk tapi niat untuk memprosesnya menjadi barang yang ia janjikan tidak kunjung ada. Jadilah rumah seperti penadah sampah. Hmmm... Kalau diingatkan? Kadang sibuk, ok gak mungkin. Klo longgar? Dikerjain kadang. Justru ini nih yg nyebelin, dikerjain tp setengah setengah. Akhirnya berceceran bikin berantakan. Kreatifitasnya pun tertunda entah dimana ujungnya.

Kalo ada barang bekas lg? Ya ulangi lagi dong.
" jgn dibuang ini bisa di jual... (Model baru)."

Seperti biasa... Barang2 menumpuk dengan balutan janji palsu. Jadilah rumah seperti sarang pemulung.

Kadang liat tipi yg DIY (do it your self) gitu.

"Aku pengen bikinin zafran mainan itu, tak bikin ah... "

Saya: "gausah! BELI AJA!"

PR seya sekarang, gimana cara mengeluarkan sampah2 itu dari rumah tanpa ada drama? *berfikir keras

Berita Garam

Garam langka??? Wow super sekali nggk sih, negara maritim kelangkaan garam?
Nni nih pasti bikin buk ibuk tambah cerewet aja. Ngomong2 saya juga uda jadi buk ibuk, tapi taunya mah dari berita. Apalah daya ibuk2 abal2, yang jarang beli garem. Soalnya garam saya awet banget, lamaaa abisnya (yaiyalah jarang masak). Tp tetep bisa ngerasain kok gmn galaunya kalau garem langka dan mahal.

Saya jarang beli garam tp kalau beli agak banyak sih, paling garem saya abis buat nyuci ayam biar baunya ilang, kumannya mati. Atau buat nyuci pare biar paitnya berkurang. Kalau buat masak nggk seberapa banyak abisnya. Intinya butuh lah ya... Tapi kalo beli ya gitu tunggu udah mau abis baru beli. Soalnya harganya lumayan sih, nggk langka tp mahal. Ya nggk ampek 100rb sih, paling2 cuman 5rb, ada juga 1rb kecil. Tp mesti mikir "wong garem aja kok segitu harganya". Akhirnya gak jadi beli sekedar lewat. Baru deh kalo terpaksa ditega2in. Drama banget ya pdhl cuman 5rb.

Sbnrnya bukan sekedar masalah seberapa banyak uang yg di keluarkan, cuman otak sudah terlanjur memiliki mindset yang menyatakan garam itu murah, bahkan uang 5 rb tidak pantas untuk satu sachet garam. Makanya bikin dilema, kalo di supermarket bisa2 diputerin ampe 7 kali tuh rak garem, saking galaunya. Sekarang malah langka katanya? Hmmm... Gatau juga sih, ini yg ada di berita tipi.

Reporter: katanya garam sudah mulai langka ya buk?
Ibuk penjual : iya, harganya juga jd mahal.
R : brp harganya
IP: 10rebu
R : ibu jualnya brp?
Ip: 11 rebu. Gausah pake garem, pake keringet bae lah...
R : ooh pake keringet aja ya buk, gausa pake garem?
IP : iya.
😂😂😂 iseng banget reporter nya.

Nggk tau sih masalah garem ini knp. Pasokannya atau apa?
Saya taunya padi. Secara bpk saya ketua kelompok tani. Andai pemerintah mau beli beras petani pasti cukup kok. Tp realitanya lebih suka impor sana sini. Petani sendiri rugi. Alhasil generasi muda banyak yang kerja di pabrik, lahan di jual. Pabrik makin lebar. Kaga semangat dah bertaninya. Semoga yang garem gak kayak gitu ya...

*untung gak rajin masak

Selasa, 21 Maret 2017

Biang keringat pada bayi


Bagi para mamah muda, apalagi anak baru satu.. . pasti super pusing ngurusin anak bayi. Yg panik, khawatir, bingung, dan masih banyak lagi. Secara baru pertama. Masalah kecil aja bingung masyaalloh.  Salah satu nya ketika bayi baru lahir kena biang keringat
Ini cerita pengalaman Zafran pas baru lahir. Zafran lahir di rs dan stay disana selama 3 hari. Ketika zafran pulang kerumah, sekitar 2 hari muncul biang keringat. Bentuk nya seperti air bening. Jadi nggk merah. Karena zafran ok ok aja, jadi ya kita biarkan saja. *oia waktu itu dirumah masih belom pasang AC jadi puanasss, oh surabaya
Kebetulah zafran kuning. Bilirubinnya naik, mukanya kuning terus kita bawa ke dokter. Pas diperiksa ternyata suruh opname. Ok, saya tidak akan bahas kuningnya zafran ya. Zafran di opname selama 3 hari. Anehnya pas di rumah sakit, dahinya zafran yg berbiang keringat itu mulusss kembali. Kenapa ya??? Saya hanya bisa bersyukur.
Hari ke 3 opname, zafran sudah boleh dibawa pulang. Pasca dari rumah sakit, zafran biang keringat lagiiii. Yaampuun sekarang jadi merah. Besoknya malah tambahhhh bernanah, ngeri banget lihatnya kasian. Biang keringat bernanah. Akhirnya di hari ke 13 umurnya zafran kita bawa ke rs lagi. Dokternya tannya mandi berapa kali, aku jawab 2 kali di bak mandi. Terus katanya sudah benar, abis itu dikasi resep, ada antibiotics nya. Dia bilang pernah ada pasien yg biang keringatnya dah parah rata. Sm mamahnya mandinya cuma di waslap. Jadi harus diopname. Aku bersyukur zafran tidak sampai spt itu.
Pas udah pulang, bingung lagi. Ayah nya zafran nggk mau zafran minum obat. Karena masih bayi. Ok aku nurut aja.
Pas lagi santai, bpk ku bilang kalo orang jaman dulu, bayinya dibedakin kanji. Kita merasa kanji bahannya aman, boleh lah dicoba. Sambil mencoba kanji, kita pergi juga ke dokter anak langganan. Bukan yg ngasih resep kemarin. Katanya sih gak perlu pake antibiotik. Selagi si bayi nghk ada keluhan, spt risih, garuk, dll gaperlu pake antibiotik. Dicoba aja pake sabun sebamed, terus juga kata bu dokter nya suruh pake AC aja.
Abis dr dokter, kita cari sabunnya, ternyata mehong juga ya hihi... 100rb brp gitu, dengan ukuran kecil. Karena pengiritan uang. Jadi kita nggk beli deh...
Dan ada keajaibannn... Biang keringat udah mulai mengering sedikit demi sedikit. Alhamduillah... Ternyata obatnya murah.. Hanya kanji. Kalau dilihat2 dan rasa, kanji emang menyerap air sih, jd bayi nggk lengket kena keringat. Mungkin juga biang keringat nya hilang pas di rs karena ada AC nya. Jd kulitnya nggk keringetan. Abis biang keringat mereda, barulah kita pasang AC. Lumayan, untuk mendinginkan kepala mama hehe ... Oia, zafran sampe sekarang masih pake kanji lho. Gaberani pake bedak. Terus dia kadang2 kena ruam popok. Kayak merah gitu di daerah yg ditempeli karet pinggang popok, kadang juga biang keringat tp biasa. Jd kasi kanji aja biar gk lembab. Kadang juga pake baby cream sih, merek sw*,tza*.
Yah kira2 itu perjalanan zafran dan biang keringat.

Sabtu, 31 Desember 2016

Bayi sembelit saat MPASI

Bayi yang sudah memasuki masa2 mpasi biasanya mengalami perubahan pola bab nya. Lebih tepat nya sedang beradaptasi sistim pencernaannya. Makanan yang awalnya hany pure asi, mudah dicerna, kini ditambah Mpasi yang ukuran partikelnya lebih besar dari asi. Bayi ku zafran sering kali bermasalah dengan bab.
Pada masa asi eks, dia biasa bab 1 minggu sekali, tp itu wajar untuk bayi asi. Nah yang kasian pas mpasi ini, pup nya sudah berukuran rada besar dan keras. Kasian banget klo pup nangissss 😫😫😫 dan berdarah karena lecet. Aku pun jd dilema, dibantu pup dia kesakitan  tp klo nggk dikelurin juga tambah kasian. Ada beberapa cara yang aku lakukan

1. Pijat perut bayi ILU spt kata artikel2 di internet.
2. Kaki bayi dibuat spt mengayuh sepeda, kedua cara ini biasanya merangsang dia buat pup.
Tp klo keras??? Atau sembelit?
3. Di kasi asi yg banyak
4. Aku kasih jus pier saring banyak2... 2 botol apa 3 botol gitu hahaha (Berdasar pengalaman, bab yg awalnya keras jd lunak, mudah bnget keluar, tp nggk langsung ya, ditunggu dulu.
5, klo bayi udah gk tahan jerit2, mau cepet pup... Kasih deh microlax (obat pencahar). Tunggu 15 smpe 30 mnt. Makeinnya yg bener ya biar efektif.
6. Klo bayi susah dijangkau, gerak2 gk bisa diem susah dirawat. Kasih deh opsi terakhir, laksoberon, nih resep dr DSA. Itu obat pencahar juga. Tp tetes dr mulut, zafran waktu itu sekitar umur 6.5 bln kasih 2 tetes malam hari, paginya langsung ambrol semuanga... Hahaha...
*obat pencahar jgn sering2 because bikin bayi males ngeden

Itulah pengalaman mama, zafran, dan sembelit. Sampe sekarang masih membelenggu. Tp yh dipake cuma jus pier. Zafran tak gelonggong pake jus pier hehe... Gk repot dan dia juga suka. Tinggal tunggu hasilnya 😏🙌 .

Jumat, 16 Oktober 2015

After Marriage

seorang teman bertanya kepada ku "kamu udah setahun menikah apa masih sering bertengkar?" "ya sering", "biasanya kenapa?" sulit nih jawabnya, secara kebanyakan ampe lupa. "ya banyak, hal-hal kecil aja bisa buat bertengkar, hanya karena aku nggak nutup saluran air di kamar mandi misalnya." betewe kenapa ya temen ku ini nanya2 gini? aku ditanya sambil keheranan. ada apa ini, pikirku. jangan-jangan aku mau dijadiin objek skripsi lagi, haha pede... lama-lama dia cerita klo saudaranya ada yang mau bercerai padahal masih 2 s/d 3 bulan menikah. si cewek yang minta cerai,.. entah jelasnya apa akar masalahnya.

tentang pertengkaran, aku sebenarnya juga tak suka dengan yang namanya perselisihan. terlebih pasanganku seringkali memaksakan pendapatnya. jika amarah sudah menggoda batinnya, kata-kata suci dari bibir siapapun tak akan masuk ke hatinya. pertama kali menikah, pertengkaran itu begitu sering. aku, yang tak becus mengurus rumah, memasak, dan bangun pagi menjadi amat tersiksa dengan pernikahan ini. aku seorang wanita yang bebas, seperti kebanyakan anak lainnya, yang terlampau dipercayai orang tuanya. masuk kedalam rumah tangga dengan seseorang yang penuh dengan aturan dari ibu yang mendidiknya. aku salah, dia marah, aku juga marah. dia salah, aku juga marah. siapapun yang salah, ketika saling menyalahkan dan ada emosi, disitu ada kemarahan dan pertengkaran. lantas apa yang kita lakukan?

kebanyakan orang, terlebih geneasi kinyis-kinyis masa kini mengandalkan perceraian untuk menyelesaikan masalah. lantas setelah bercerai, apa yang mau diperbuat? menjanda, menduda seumur hidup? menikah lagi? yakin nggak bakal ada pertengkaran?

jangan dibayangkan pertengkaran dalam pernikahan itu disebabkan karena batu besar. justru hal kecil yang tak pernah terbayang bisa menghancurkan harimu. contoh aku sendiri, dari jaman lahiran klo dibonceng naik motor nggak pernah pegang si pembonceng, selalu pegang motor, bisa bertumpu dengan kaki meskipun tidak berpegangan, intinya, tanpa pegangan aku bisa jaga diri, walau yang bonceng ugal-ugalan. setelah menikah ya tetep aja aku nggak pegangan, lagian nggak biasa juga. uda diingetin kadang lupa, namanya juga kebiasaan. terus dia bilang dengan nada serius sambil nyetir motor "kamu kenapa sih nggak mau pegangan??? malu ta punya suami kayak aku??" "enggak, ya cuma nggak biasa aja" "aku ini kan suami mu, ya dibiasain donggg. itu juga biar kamu aman, nggak jatoh. bla bla bla bla..." puanjang ciiiinnn... aku aja nggak kepikiran sama apa yang ia bilang tadi, aku hanya nggak terbiasa, klo pegangan justru mengganggu keseimbanganku "jadi aku ini ngganggu buat kamuuu" hati ku ber kata , "bacottt lu gangguuuu!!!!!" dalam hati aja, nggak usah keluar2, nanti makin panjang episodenya.kata2 yang patut disensor, tapi terpikir karena betapa nya dirinya....
kebayang nggak sih betapa nggak bersalahnya aku. kayak kesambet, nggak ada ujan nggak ada angin, tiba2 disamber petir. terus aku itu
suka nggak nutup botol sampo dan sabun, lupa nutup lubang air di kamar mandi, nggak biasa matiin lampu, suka lupa naro makanan ampe basi berkali-kali, nggak suka nutup makanan, suka makan sembarangan, ibadah kurang, boros klo pake sesuatu, suka ngilangin barang, suka ngeberesin barang seenaknya kadang dibuang padahal punya dia, kurang sadar sama benda-benda bahaya dan hal biasa lainnya. aku normal kok.

dan dia itu, teliti, suka nyimpen barang2 yang dirasa akan berguna entah kapan, makanan harus habis, nggak ada kata mubadzir, disiplin matiin lampu dan mengembalikan barang ke tempat semula. suka naro baju dimana-mana, sangat hati2 dengan keselamatan (duduk deket colokan listrik aja suru minggir), hati2 dengan makanan tak sehat, anti dengan msg, suka dengan larangan (nggak bole ini itu), sangat lebay tentang kesehatan, pokoknya susah nyari kesamaan.

semua bisa jadi bahan pertengkaran. klo ditanya muak apa enggak, aku pasti muak. rasanya pengen lari dari rumah. tapi sebagai manusia yang berakal, aku merasa aku harus belajar dari kesalahan. minta maaf saja walau nggak salah, jika memberi penjelasan adalah sesuatu yang tidak mungkin. karena menang dalam adu argumen tak akan membuat dia sadar bahwa kita benar, terkadang dia malah merasa terhina. yang paling penting dalam pertengkaran adalah meredakannya dulu. sementara simpan dulu ego. biarlah kita yang salah asal pertengkaran ini dapat disudahi. jika kepala mu dudah dingin, sudah saling memaafkan, baru bicara padanya bahwa sebenarnya seperti apa yang terjadi, apa kesalahan  yang ia perbuat, tentunya jangan dengan nada menyalahkan, biasa saja.

ketika marah, duniamu hancur, pasanganmu adalah orang paling tercela di dunia, kamu menyesal memilih dia, banyak laki2 lain yang lebih dari dia, kamu merasa lebih baik tanpa laki-laki, dunia tidak adil, kamu ingat semua sifat buruk dan kesalahannya sampai cela kecilnya, tak ada kebaikan yang bisa dilihat dari dirinya.
ketika amarah itu memuncak cobalah tenang sedikit dan gunakan akal sehat, bersabar, jangan minta cerai2an dulu, maaf2an aja dulu, klo uda saling memaafkan dan saling mengalah, pasti bayangan2 tadi hilang, angan2 mau bercerai seolah hanya ide konyol murahan,

kesalahan dan pertengkaran adalah alat ukur. jika hanya karena kesalahan dan kekurangan seseorang pergi, maka dia hanya ingin menikmati baiknya kita saja, hidup ini nggak instant kayak negeri dongeng. tapi lebih rumit. jangan menjalaninya dengan rumit.
prinsipku sih, yang penting bukan karena pihak ketiga aja.

Kamis, 03 September 2015

Kurus atau gemuk

Yak ceritanya ini curhat, karna saking frustasinya sama kekurusanku yg tak kunjung reda. Gimna nggk frustasi, niat naikin berat dr 42 ke 45 malah jd 40 kadang 39 kg. Huhu..

Kini beratku 40kg dengan tinggi standart 153cm. Biarpun kurus gini aku dulu pernah mencapai 47kg lho, itu adalah berat badan terberat ku waktu sma. Tp idealnya sih 45kg. Karena dulu naik turun, ujung2 nya 45. Kok sekarang jd 40 gini ya? Sedih juga lihat badan kyk gini, mudah lelah, lemah, nggk tangguh deh pokoknya, makanya jadi ribet klo lg markir motor, nggk kuat nggeser. Huft apa ini keturunan ya? Secara kakak ku jg nggk gemuk, tp ibuk ku jg nggk kurus, pokoknya yg parah itu aku banget deh, klo ada temen yang lagi nyandar atau pegang bahuku rasanya malu banget. Langsung tersentuh tulangnya. Kalo tulang bahuku sih emang beda dari yang lain, nurun ibuk. Aku dan kakakku memiliki bahu yang agak menonjol, nggk rata. Meskipun gemuk retep aja ada tulang yang sedikit menonjol.

Klo diinget2 mengenai kekurusanku sih mungkin lebih kepada mood ku aja kali ya. Aku ini kalo makan dikit, lama, kadang nggak abis, kalo uda makan nggak kuat ngemil, kalo lagi capek dan laper, lebih milih tidur, kalo laper tapi nggk ada makanan lapernya ditahan, kalo lagi malas2an nggk mau bangun meski laper. males banget sih jadi cewek hmm.. .  yah kira2 gitu deh pola makan nggk teratur, laper dibawa tidur.

Males2 gini aku juga da niatan kok nambah berat. Dulu teman ku *una pernah makan obat untuk gemukin badan, hasilnya emang kelihatan, tapi pas uda nggk makek balik lagi kee berat awal. Intinya obat itu sih menambah nafsu makan. Pengen beli juga, tapi ya kalo dipikir2 pasti nggak akan manjur

Kenapa? Percuma nafsu makan bertambah klo niatan untuk makan nggak ada. Nambah2in sengsara aja,  nafsu makan tapi malas makan, jadinya kan tersiksa. Krna yg salah adalah pola hidup, mau nggk mau harus dibiasakan, klo buat aku sih susah krna aku nggk ada yg ngurus kyk waktu dirumah. Masakan ibuk yg uda pasti enak aja jaranh makan, apalagi masakan ku yg jarang enak hahaha.. Good bye aja.

Kyknya kegemukan dan kekurusan sama aja deh penyebabnya, klo dia normal sih, klo kena prnyakit ya beda lagi. Intinya niat aja yang dikencengin. Insyaalloh klo niat gampang menggapainya, orang perawatan wajah aja perlu niat kok, apaan tuh krim jumlahnya belasan. Klo nggk niat semuanya sia2 saja.

Entah kapan aku punya niat :(((


Selasa, 25 Agustus 2015

Asal komen

Di era digital dan serba internet ini, koran2 hampir semuanya memiliki akun di media sosial. Tujuannya pasti agar lebih banyak yang baca. Aku mengikuti beberapa saja dari akun2 itu, yang paling sering sih kompas, beritanya ampe banjir2 kali ya... Nggk berhenti2.
Karena berita ini dipublikasikan di sosmed, otomatis yg muncul cuma judul sama gambarnya aja. Dulu aku rajin sih baca2 ginian, abis itu liat2 komennya. Lucu2 juga. Apa lagi pas kampanye, euyy.. Bikin gemes. Yang unik dari kebanyakan komen adalah mereka yang nggk baca isi beritanya, langsung aja main komen hujat2 an, emosi, ngelawak, istighfar, pokoknya seru deh.. Lbih seru baca komen dr pd baca beritanya.

Kadang ada yang komen "baca dulu isinya baru komen". Sampe di capslock juga. Terus ada juga yg menghujat karena jadi pembaca kok bodoh banget. Isinya apa komennya apa. Secara gitu ya, judul berita kebanyakan nggk mencerninkan isinya, biasanya sih yg beritanya hot2 gitu, kyk tentang isu islam, gosip artis, politik, wes yg menyebabkan fitnah2 itu dah, seringnya sih saya nemu di *om*as.com. saya juga pernah ketipu, " inilah komentar ... Tentang hubungan ibunya dan ariel". Eh ternyata isinya dia nggk mau komentar, gimana nggk komat kamit mulut saya.

Kembali ke asal komen, dulu saya juga ketawa sambil ngebodoh2in orang yg asal komen dalam hati. Nggak nyambung blasss komennya, ngalor ngidul. Tapi... Masak iya sih mereka sepenuhnya salah. Saya kira selain pembaca, pembuat berita nya yang bermasalah. Kenapa pula mereka membuat judul yg provokatif, ya tentu buat jualan lah ya, sama buat jadi kompor. Berita buruk itu selalu jadi idaman media. Klo belum cukup buruk, dipelintir dikit kata2 nya sehingga jadi buruk secara tersirat. Saya rasa selain untuk menarik minat baca, judul yang mencla mencle ini juga bertujuan untuk menyesatkan pembaca. Karena faktanya, judul yang kontroversi lebih banyak langsung di komen dari pada di baca isinya. Ya wajarlah ya..   Kadang yang bersangkutan marah, misal idola politiknya di beritakan negatif. Langsung aja komen.

Mrnurut saya jurnalis macam ini tidak punya etika, karena judul yg ia kenakan bersifat menghasut, kompor, mencela, dan juga menimbulkab perpecahan. Walaupun secara tertulis tidak ada pelanggaran dari berita2 tersebut, apalagi yg sekelas pupuk kompos itu ya, makion lihai bikin beritanya. Contoh nya yg tadi "inilah komentar ..  Tentang hubungan ibunya dan airiel" isinya mbak nya bilang gini "aku kan kesini buat acara ... Jadi aku nggk mau komen tentang itu ya". Meskipun dia nggk komen tentang ibunya, tapi ia tetep ngasi komentar, yaitu nggk mau komentar. Pusing pala bebi ya, bikin berita  puter kanan kiri laris manis.

Di jaman ini uang yang berbicara, demi uang media rela melacurkan dirinya. Apa daya seorang jurnalis walaupun dia tidak ingin menulis berita spt itu, dia kan hanya pekerja dari sebuah korporasi, klo nggk sejalan ya pergi saja. Selain uang juga pemilik terkadang punya nilai yang ingin disisipkan dan juga dihancurkan.

Klo uda kayak gitu gimana pembaca nggk emosi, emang beritanya ditujukan untuk itu kok. So, pembaca kurang bijak itu hanya dampak dari kepentingan pribadi media. Tentu saja yang terlibat dalam pembuatan berita itu dosanya berat, karena secara tersirat ada unsur fitnah dalam berita. Pembacanya se nusantara pula. Tapi klo mereka percaya dosa sih. Hehe

Minggu, 23 Agustus 2015

Pedagang kecil nakal & kurang pelayanan?




Sebagai warga Negara indonesia kita pasti sering mendengar bahwa lebih baik membeli di pasar dari pada supermarket, mending di toko2 kecil dari pada di minimarket, biar uangnya nggak lari ke luar negeri. secara supermarket2 itu kebanyakan dimiliki oleh asing. Aku sendiri juga berpendapat sama. Aku senang kalau belanja di toko2 kecil karena biasanya harga lebih murah. Selain itu juga membantu pendapatan mereka. waktu di kos aku sering sekali membeli jajan, beras, makan, kadang sayur ke pedagang2 kecil. Ada rasa seneng juga setelah aku membeli, melihat betapa sepinya toko mereka, bahkan nenek2 penjual sayur dengan gerobak yang sangat sepi pembeli, gerobak yang harus didorong keliling gang. Membeli ke mereka itu rasanya seperti sedikit berguna saja.
Setelah aku menikah aku juga ingin menerapkan hal yang sama. Aku ingin mengurangi belanja ke super atau minimarket. Tapi karena aku nggak tau tempat2 jual sembako, sementara beli aja di minimarket terdekat. Sewaktu jalan-jalan aku iseng2 minta berhenti di toko kelontong untuk membeli beras. Lumayan murah dan kualitasnya nggak jauh beda sama yang di minimarket. Setelah beras habis, aku pun mengajak hubby ke toko itu lagi. Aku membeli 5 kg, dijadikan 2 bungkus, 3kg dan 2kg. karena mau dikasihkan pak tukang dekat rumah. Awalnya sih enjoy2 aja, tapi kok ada yang aneh ya sewaktu ibuk itu menimbang. Takaran pertama 3kg, karena timbalnya terbatas jadi dia memakai gula dan tepung sebagai ganti timbal. Timbale 1kg ditambah ½ kg timbal sama 2 bungkus tepung. Aku sih masih bingung, itu kan jumlahnya 2 ½ kg bukan 3kg. aku cukup tau mengenai timbang2an dan ukuran tepung ½ kg ¼ kg atau satu kg. karena dulu sebelum ibu ku sakit panjang aku pernah punya toko. Aku sering menggantikan ibu ketika tidak ada orang dirumah. tapi karena itu uda lama sekali jadi aku masih ragu, dugaannku benar atau salah. Pokoknya kalo variable angka dari berat tepung dan timbale aku utek2 hasilnya tetap nggak 3kg. adanya kurang atau lebih. Berlanjut ke bungkus ke dua, 2kg. klo yang ini aku rasa bener. Pas 2kg.
Dari situ aku aku mulai jengkel dan bête, mungkin aku terlihat masih kecil untuk membeli beras. Karena ibu itu menimbang dengan sangat santai terang2an, uda gitu pakai jelek2in seseorang. Ngasi rekomendasi berasnya juga aneh. Harganya rada naik. Aku pulang dengan perasaan bingung jengkel. Kayaknya aku dianggap bodoh sama ibuk itu, nggak ngerti timbang2an. Pas nyampek dirumah yang 2kg untuk dimasak. Ternyata nggak terlalu enak. Berasnya rada hancur. Ah kapok dah beli situ lagi. Niatnya baik, eh pas udah tau sering beli malah ditipu. Gimana pembeli nggak pada kabur klo gitu. Harga beda dikit sama di supermarket, tapi kualitasnya jelas.
Pengalaman lain ketika membeli buah2an, ada yang jutek nggak bisa ditawar, ada yang nakal harganya dinaikin, ada juga yang kualitasnya jelek. Yah mau gimana lagi ya, my hubby udah nggak mau lagi beli buah pinggir jalan, meskipun securang2nya mereka masih mahalan supermarket, tapi ada rasa kecewa yang sulit hilang. Akhirnya kita kalo beli buah selalu di super*nd* aja. Buahnya bagus, kalaupun busuk sama petugasnya dikasih tahu waktu nimbang, bisa tanya2 gimana cara mengetahui melon yang manis apa enggak. Dari situ kita jadi beralih sepenuhnya untuk beli buah, kecuali untuk kasus2 tertentu, missal kasian sama penjual, atau buah yang nggak ada di supermarket.
Untuk sayuran tetep beli di tukang sayur, karena harga nya beda jauuuh ya sama supermarket, belinya tiap hari lagi, bisa bangkrut domfet saya. Meskipun belinya ditukang sayur saya juga milih2, langganan saya ini warungnya jauh dari rumah, karena yang deket rumah lemot klo jual, nggak lihat orang ngantri, yang agresif diduluin, mukanya cemberut jarang senyum, ekspresi biasa aja nggak (kayaknya kalo ini udah dari sononya) kan saya jadi takut ya jadi pengen buru2, jadinya mending yang jauh tp nyaman hehe.
Mungkin selama ini kita tau yang menjadi kekuatan pedangan kecil adalah harganya. Tapi selain harga seharusnya mereka juga mengedepankan pelayanan yang baik dan juga kejujuran. Karena kecurangan hanya akan memberikan untung untuk sementara saja. sementara kejujuran dan juga pelayanan yang baik bisa membuat pembeli jadi loyal. Tapi ya jangan mahal2 juga sih hehe… tentunya nggak semua pedangan kecil itu nakal, cuman mereka yang tidak jujur menodai orang lain yang seprofesi dengan dia.
(postingan ini kok kayak emak2 banget ya hahaha… )

Jumat, 05 Juni 2015

Semester enam


Bulan Juni, menandakan UAS semester enam akan segera hadir. Semester ini aku sudah mengambil proposal. Semester depan insyaalloh skripsi. Ternyata aku sudah sejauh ini ya kuliahnya? Padahal belom bisa apa-apa. Teori-teori masih pada bingung. Apalagi mengplikasikan ilmu.
Seneng nggak sih uda semester akhir? Seneng lah, artinya aku bisa tepat waktu. Jadi mahasiswa standart-standart aja sih. Tapi… jadi dilema juga nih.. mau lulus empat tahun apa tiga setengah? Klo tiga setengah kan cepet tuh, rada ngoyoh tapi kelihatan sedikit sangar gitu, padahal biasa aja. Atau lulus standart empat tahun?
Sebenernya pengen 3.5 aja biar nggk lama2 kuliah. Bosen juga lah kuliah mulu. Tapiiiii… lulus kuliah tu beda sama lulus SMA, SMP, atau SD. Yang kalo lulus terus daftar sekolah lagi, jelas banget itu polanya. Lulus kuliah tu artinyaaa… cari kerja atau kuliah lagi. Masyaallooooh.. aku bingung banget. Nggak kepikiran buat kuliah. Tapi juga nggak kepikiran mau kerja dimana. Nggak kebayang uda dihadapkan pada fase-fase ini. Seperti sudah dinanti dengan tanggung jawab baru.
Sampe sekarang masih nggak tahu mau ngapain abis kuliah, mau tiga setengah apa empat tahun. Klo kerja mau dimana? Gaji berapa ? kerjanya apa? Puyeng pala bebi klo mikir semester.