Sebagai warga Negara
indonesia kita pasti sering mendengar bahwa lebih baik membeli di pasar dari
pada supermarket, mending di toko2 kecil dari pada di minimarket, biar uangnya
nggak lari ke luar negeri. secara supermarket2 itu kebanyakan dimiliki oleh
asing. Aku sendiri juga berpendapat sama. Aku senang kalau belanja di toko2
kecil karena biasanya harga lebih murah. Selain itu juga membantu pendapatan
mereka. waktu di kos aku sering sekali membeli jajan, beras, makan, kadang sayur
ke pedagang2 kecil. Ada rasa seneng juga setelah aku membeli, melihat betapa
sepinya toko mereka, bahkan nenek2 penjual sayur dengan gerobak yang sangat
sepi pembeli, gerobak yang harus didorong keliling gang. Membeli ke mereka itu
rasanya seperti sedikit berguna saja.
Setelah aku
menikah aku juga ingin menerapkan hal yang sama. Aku ingin mengurangi belanja
ke super atau minimarket. Tapi karena aku nggak tau tempat2 jual sembako,
sementara beli aja di minimarket terdekat. Sewaktu jalan-jalan aku iseng2 minta
berhenti di toko kelontong untuk membeli beras. Lumayan murah dan kualitasnya
nggak jauh beda sama yang di minimarket. Setelah beras habis, aku pun mengajak
hubby ke toko itu lagi. Aku membeli 5 kg, dijadikan 2 bungkus, 3kg dan 2kg.
karena mau dikasihkan pak tukang dekat rumah. Awalnya sih enjoy2 aja, tapi kok
ada yang aneh ya sewaktu ibuk itu menimbang. Takaran pertama 3kg, karena
timbalnya terbatas jadi dia memakai gula dan tepung sebagai ganti timbal. Timbale
1kg ditambah ½ kg timbal sama 2 bungkus tepung. Aku sih masih bingung, itu kan
jumlahnya 2 ½ kg bukan 3kg. aku cukup tau mengenai timbang2an dan ukuran tepung
½ kg ¼ kg atau satu kg. karena dulu sebelum ibu ku sakit panjang aku pernah
punya toko. Aku sering menggantikan ibu ketika tidak ada orang dirumah. tapi
karena itu uda lama sekali jadi aku masih ragu, dugaannku benar atau salah. Pokoknya
kalo variable angka dari berat tepung dan timbale aku utek2 hasilnya tetap
nggak 3kg. adanya kurang atau lebih. Berlanjut ke bungkus ke dua, 2kg. klo yang
ini aku rasa bener. Pas 2kg.
Dari situ aku
aku mulai jengkel dan bĂȘte, mungkin aku terlihat masih kecil untuk membeli
beras. Karena ibu itu menimbang dengan sangat santai terang2an, uda gitu pakai
jelek2in seseorang. Ngasi rekomendasi berasnya juga aneh. Harganya rada naik. Aku
pulang dengan perasaan bingung jengkel. Kayaknya aku dianggap bodoh sama ibuk
itu, nggak ngerti timbang2an. Pas nyampek dirumah yang 2kg untuk dimasak. Ternyata
nggak terlalu enak. Berasnya rada hancur. Ah kapok dah beli situ lagi. Niatnya baik,
eh pas udah tau sering beli malah ditipu. Gimana pembeli nggak pada kabur klo gitu.
Harga beda dikit sama di supermarket, tapi kualitasnya jelas.
Pengalaman lain
ketika membeli buah2an, ada yang jutek nggak bisa ditawar, ada yang nakal
harganya dinaikin, ada juga yang kualitasnya jelek. Yah mau gimana lagi ya, my
hubby udah nggak mau lagi beli buah pinggir jalan, meskipun securang2nya mereka
masih mahalan supermarket, tapi ada rasa kecewa yang sulit hilang. Akhirnya kita
kalo beli buah selalu di super*nd* aja. Buahnya bagus, kalaupun busuk sama
petugasnya dikasih tahu waktu nimbang, bisa tanya2 gimana cara mengetahui melon
yang manis apa enggak. Dari situ kita jadi beralih sepenuhnya untuk beli buah,
kecuali untuk kasus2 tertentu, missal kasian sama penjual, atau buah yang nggak
ada di supermarket.
Untuk sayuran
tetep beli di tukang sayur, karena harga nya beda jauuuh ya sama supermarket,
belinya tiap hari lagi, bisa bangkrut domfet saya. Meskipun belinya ditukang
sayur saya juga milih2, langganan saya ini warungnya jauh dari rumah, karena
yang deket rumah lemot klo jual, nggak lihat orang ngantri, yang agresif
diduluin, mukanya cemberut jarang senyum, ekspresi biasa aja nggak (kayaknya
kalo ini udah dari sononya) kan saya jadi takut ya jadi pengen buru2, jadinya
mending yang jauh tp nyaman hehe.
Mungkin selama
ini kita tau yang menjadi kekuatan pedangan kecil adalah harganya. Tapi selain
harga seharusnya mereka juga mengedepankan pelayanan yang baik dan juga
kejujuran. Karena kecurangan hanya akan memberikan untung untuk sementara saja.
sementara kejujuran dan juga pelayanan yang baik bisa membuat pembeli jadi
loyal. Tapi ya jangan mahal2 juga sih hehe… tentunya nggak semua pedangan kecil itu nakal, cuman mereka yang tidak jujur menodai orang lain yang seprofesi dengan dia.
(postingan ini kok
kayak emak2 banget ya hahaha… )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar