Minggu, 25 Mei 2014

cerita sabtu pagi

pagi-pagi ketika melihat daun bawang tiba2 aku ingin memasaknya dengan dicampur telur, seperti tukang martabak gitu. akhrnya aku ke warung membeli telur. setelah membeli telur aku melihat nenek tua yang berjualan sayur, aku pernah melihatnya sebelumnya. nenek ini berjualan dengan gerobak, didorong keliling jalan tapi tanpa bersuara, pantas dia sudah terlalu tua untuk berjualan, apalagi harus mendorong gerobak seberat itu. tubuhnya yang ringkih membuat ku iba. ku hampiri nenek itu, aku bertanya berapa harga sayur, nenek itu ternyata masih memiliki suara yang lantang. namun gemetar. oh Tuhan... betapa kejam dunia ini, kemana anak nenek ini,.. hingga membiarkan ibunya yang sudah terlalu tua berjualan demi menghidupi dirinya setiap hari.
adakah yang membeli sayur nenek ini jika dia tidak bersuara, hanya keliling? pasti tidak sebanyak tukang sayur yang kuat berteriak. dari mana orang tahu.. Ya Alloh aku hanya bisa berdo'a jangan sampai orang tua ku seperti itu di hari tuanya. entah itu aku atau kakakku, keduanya harus mensejahterakan orang tua. walaupun tidak cukup untuk membalas budi tapi setidaknya ada upaya.

setelah aku sampai kos dan sudah masuk kamar, ada pengemis yang memanggil2,.. masih mudah, ibu-ibu masi bertenaga, tapi muka memelas. apa gak berasa pengen ngusir???
yang tua masih berusaha bertahan dengan cara terhormat,
yang muda justru tak mau berusaha dengan cara yang pantas

oh negeri ku,..
sampai kapan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar