Kamis, 27 Februari 2014

Terpuruknya Mental Bangsa ini



Bosan rasanya menyimak berita2 di TV yang banyak pencitraan, kasus korupsi,suap, kebohongan. Tamak sekali manusia2 itu, padahal dengan gaji yang mereka miliki tidak akan membuat mereka mati kelaparan, kenapa harus mengambil hak orang lain.
Tayangan berita2 gak ada bedanya sama infotaiment, simpananlah, selingkuh, wanita, mobil mewah, dll.
Miris melihat berita, mental bangsa yang semakin lama semakin terpuruk, menindas yang miskin. Bahkan yang miskin pun mental korup (mengemis padahal sehat, menghujat karena tidak dapat BLT, menerobos lampu merah dll), hanya saja kesempatan dan nominan yang mereka ambil hanya sedikit. Tidak selapang para pejabat. Tidak selebar para konglomerat.
Dari bawah hingga atas, semua sama, hanya kesempatan yang membedakan mereka. (sekali lagi ini tidak berbicara pengecualian, entah itu alim dsb).
Dalam renunganku aku berfikir mengenai kisah nabi Sulaiman a.s. yang diberi kekayaan luar biasa oleh Alloh.  Ada pula yang menyatakan bahwa sebenarnya negeri yang dipimpin nabi Sulaiman itu di Indonesia, ketika masi menjadi satu daratan. Dan ditenggelamkan hancur menjadi kepingan. Sesuai dengan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Ada juga yang mengaitkannya dengan negeri Atlantis, negeri yang modern, makmur, maju.
Yang kufikirkan adalah, kalau memang benar nabi Sulaiman itu diturunkan di Indonesia, mungkin dikarenakan rakyatnya yang tamak dengan kekayaan dunia, sehingga Alloh menurunkan pemimpin dengan kekayaan yang berlimpah, hingga ratu balkhis pun tak bisa menyogok nabi Sulaiman dengan harta nya. Kekayaan tertinggi diantara makhluk lainnya sehingga rakyat bisa patuh, tapi ini hanya dugaan dan terkaanku saja. Karena kupikir orang Indonesia sangat segan dengan orang yang berharta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar