Bosan rasanya menyimak berita2 di
TV yang banyak pencitraan, kasus korupsi,suap, kebohongan. Tamak sekali
manusia2 itu, padahal dengan gaji yang mereka miliki tidak akan membuat mereka
mati kelaparan, kenapa harus mengambil hak orang lain.
Tayangan berita2 gak ada bedanya
sama infotaiment, simpananlah, selingkuh, wanita, mobil mewah, dll.
Miris melihat berita, mental
bangsa yang semakin lama semakin terpuruk, menindas yang miskin. Bahkan yang
miskin pun mental korup (mengemis padahal sehat, menghujat karena tidak dapat BLT, menerobos lampu merah dll), hanya saja kesempatan dan nominan yang mereka ambil
hanya sedikit. Tidak selapang para pejabat. Tidak selebar para konglomerat.
Dari bawah hingga atas, semua
sama, hanya kesempatan yang membedakan mereka. (sekali lagi ini tidak berbicara
pengecualian, entah itu alim dsb).
Dalam renunganku aku berfikir
mengenai kisah nabi Sulaiman a.s. yang diberi kekayaan luar biasa oleh Alloh. Ada pula yang menyatakan
bahwa sebenarnya negeri yang dipimpin nabi Sulaiman itu di Indonesia,
ketika masi menjadi satu daratan. Dan ditenggelamkan hancur menjadi kepingan. Sesuai
dengan Indonesia
yang terdiri dari ribuan pulau. Ada
juga yang mengaitkannya dengan negeri Atlantis, negeri yang modern, makmur,
maju.
Yang kufikirkan adalah, kalau
memang benar nabi Sulaiman itu diturunkan di Indonesia, mungkin dikarenakan
rakyatnya yang tamak dengan kekayaan dunia, sehingga Alloh menurunkan pemimpin
dengan kekayaan yang berlimpah, hingga ratu balkhis pun tak bisa menyogok nabi
Sulaiman dengan harta nya. Kekayaan tertinggi diantara makhluk lainnya sehingga
rakyat bisa patuh, tapi ini hanya dugaan dan terkaanku saja. Karena kupikir
orang Indonesia
sangat segan dengan orang yang berharta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar