Rabu, 25 Desember 2013

Tukang Parkir = Pengemis

padatnya lalu lintas Surabaya, paling "mending" kalo pake motor. seenggknya ukurannya lebih kecil dari pada mobil, taxi, dan angkot. sehingga bisa nyelip sana-sini.
praktis sekali menggunaka motor. tidak perlu berjalan kaki bisa sampai mana saja. terlebih kota ini sangat padat. memungkinkn aku untuk tersesat berkali-kali. tapi karena sudah menggunakan teknologi, tersesatpun tak apa, toh nggk secapek kalo jalan kaki. asal ada bensin sih... haha.. :D
tapi sekarang aku makin malas pake kendaraan satu ini. kenapa? yah karena ada orang tak dikenal yang menariki uang ketika aku memberhentikan motor dipinggir jalan untuk beberapa waktu saja. inilah tukang parkir.
setelah sekian lama aku jengkel dan benci dengan pengemis, sekarang menjamur tukang parkir mirip pengmis. bagaimana tidak.. lahan yang mereka pergunakan punya siapa? pemerintah kalau itu dipinggir jalan raya, punya pemilik warung kalau itu di depan warung dll. jasa yang mereka tawarkan apa? "jangan dikunci steer" itukah keamanan? melarang pemilik untuk mengamankan kendaraannya namun tukang parkir ini tidak menjaga dan juga mengawasi, apalagi mengganti jika hilang... kadang mereka tidak ada. ketika pengendara hendak menacap gas, langsung dari kejauhan tampak orang mengulurkan tangan. seribu, dua ribu, pintanya. apa bedanya mereka dengan pengemis. dengan menjada satu motor mereka bisa untung seribu sampai tiga ribu, bahkan lima ribu ke atas kalau ada konser dan acara besar. sementara kalau orang berjualan koran Surya misalnya. harganya seribu. itukan masih harga barang, keuntungannya sudah pasti lebih sedikit dari pada harga barang. sehari belum tentu habis. tapi kita seringkali tidak peka dengan yang berusha berjualan seperti ini. 
kembali lagi ke tukang parkir. selain meminta uang, kadang mereka memaksa. minta dibayar diawal. apalagi KFC ketika hari rabu, adanya diskon membuat tempat itu penuh bukan main. kalau dibayar diawal seandainya  pengunjung tidak jadi makan, toh sudah bayar parkir. ironi, mereka tidak memberikan fasilitas tapi minta bayaran.
sebagai pengguna jalan raya saya sangat kecewa. semoga pemerintah bisa dengan tegas membrantas pengemis dan tukang parkir (perpadual tukang jagal dan pengemis)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar