Aku pernah baca tentan ini
sebelumnya. Hanya ingin mengingat dan menuliskan kembali dengan pandanganku
sendiri.
Ketika kita sedang bersuka cita,
bahagia, riang gembira dan perasaan baik lainnya. Ada rasa ingin membagi
kesenangan tersebut kepada orang lain. “Orang lain harus tau saya bahagia”. Seperti
yang sering kita temui di akun media sosial yang kebanyakan berisi curahan
hati, mulai dari super galau ampe mau mati segala, sampek yang paling bahagia
berasa di langit ke tujuh, nge fly bro...
Disini saya akan bahas mengenai
hubungan yang harmonis. Kalo masih pacaran emang terlihat sangat “nggilani”
bermesra2annya. Mama papah lah, kakek nenek, ayah ibu lah. Super jijik. Semoga mereka menyadari perasaan pembaca
status mereka. Amin.
Kalo uda nikah gimana? So sweet
gitu nggk sih? Apalagi pakek ada cerita panjang yang meninspirasi, terus ada
fotonya. Keharmonisan yang membuat pembaca tersenyum. Terlebih karena itu sudah
sewajarnya. Kan suami istri. Hehe...
Tapi disisi lain aku berfikir
gimana kalau ada orang lain seusia pasangan itu namun belum dipertemukan
jodohnya oleh Alloh. Orang lain dengan keinginan yang sama namun memiliki takdir
berbeda. Aku menulis ini karena menemui kejadian seperti itu. orang yang kerap
kali menceritakan perihal perjalanan hidupnya. Karena memang dia suka menulis. Termasuk
pernikahannya. Betapa romantis dan harmonis pernikahannya, bercerita perihal
suaminya yang sudah berjasa ini itu walau sepele, memasang foto kebersamaan dan
foto suaminya sedang mencium perutnya ketika hamil. Bagiku ini biasa saja,
karena memang usiaku masih baru saja dewasa. Tapi aku juga tau bahwa orang itu
memiliki teman yang usianya sudah saatnya menikah, namun dia belum dipertemukan
jodohnya. Aku yakin dalam penantian jodoh perempuan ini dia juga membaca status
dari teman dekatnya ini. Melihat foto kemesraan mereka. Bagiku ini tidak etis. Walau
kita punya kebebasan tapi bukan berarti mengumbar semuanya. Karena bisa jadi
itu membuat kawan kita iri dan kurang bersyukur kepada Alloh.
Ini hanya sekedar opini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar