Jumat, 27 Desember 2013

toleran

Aku pernah baca tentan ini sebelumnya. Hanya ingin mengingat dan menuliskan kembali dengan pandanganku sendiri.
Ketika kita sedang bersuka cita, bahagia, riang gembira dan perasaan baik lainnya. Ada rasa ingin membagi kesenangan tersebut kepada orang lain. “Orang lain harus tau saya bahagia”. Seperti yang sering kita temui di akun media sosial yang kebanyakan berisi curahan hati, mulai dari super galau ampe mau mati segala, sampek yang paling bahagia berasa di langit ke tujuh, nge fly bro...
Disini saya akan bahas mengenai hubungan yang harmonis. Kalo masih pacaran emang terlihat sangat “nggilani” bermesra2annya. Mama papah lah, kakek nenek, ayah ibu lah. Super jijik.  Semoga mereka menyadari perasaan pembaca status mereka. Amin.
Kalo uda nikah gimana? So sweet gitu nggk sih? Apalagi pakek ada cerita panjang yang meninspirasi, terus ada fotonya. Keharmonisan yang membuat pembaca tersenyum. Terlebih karena itu sudah sewajarnya. Kan suami istri. Hehe...
Tapi disisi lain aku berfikir gimana kalau ada orang lain seusia pasangan itu namun belum dipertemukan jodohnya oleh Alloh. Orang lain dengan keinginan yang sama namun memiliki takdir berbeda. Aku menulis ini karena menemui kejadian seperti itu. orang yang kerap kali menceritakan perihal perjalanan hidupnya. Karena memang dia suka menulis. Termasuk pernikahannya. Betapa romantis dan harmonis pernikahannya, bercerita perihal suaminya yang sudah berjasa ini itu walau sepele, memasang foto kebersamaan dan foto suaminya sedang mencium perutnya ketika hamil. Bagiku ini biasa saja, karena memang usiaku masih baru saja dewasa. Tapi aku juga tau bahwa orang itu memiliki teman yang usianya sudah saatnya menikah, namun dia belum dipertemukan jodohnya. Aku yakin dalam penantian jodoh perempuan ini dia juga membaca status dari teman dekatnya ini. Melihat foto kemesraan mereka. Bagiku ini tidak etis. Walau kita punya kebebasan tapi bukan berarti mengumbar semuanya. Karena bisa jadi itu membuat kawan kita iri dan kurang bersyukur kepada Alloh.
Ini hanya sekedar opini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar