Kamis, 05 Juli 2012
Arok Tak Sekedar Berandalan
Arok merupakan anak angkat dari seorang petani yang juga seorang penjudi. Namun arok disekolahkan agar mendapat pendidikan. Karena sang ayah tau Temu atau Arok merupakan anak yang cerdas. Benarlah dugaan itu. Arok merupakan kategori murid pandai. Bahkan ia mendapat gelar sebagai seorang brahmana.
Dalam kisah sejarah kerajaan Singasari Arok dikenal sebagai seorang berandalan atau perampok. begitulah kenyataannya. Tapi perbuatanya dilakukan karena ia tidak suka dengan pemerintahan akuwu tumapel yang sewenang-wenang dan menindas rakyat. Hasil rampokan juga tak dipergunakan untuk kepentingan pribadinya.
Dalam kisah lain juga dijalaskan bahwa arok membunuh Mpu Gandrin setelah dibuatkan keris. Perlu diketahui bahwa Mpu Gandrin juga berminat atas tahta tumapel serta Parameswarinya. Mpu Gandrin juga merupakan orang yan berbahaya, karena dalam perjalanan mencaai tahta ia menggunakan politik devide at impera atau adu domba. Diam-diam seorang pemilik pabrik senjata sudah mempersiapkan segalanya. Memihak kepada semua pihak. Baik itu Kebo Ijo, Parameswari, dan Akuwu. Namun Arok seorang yang cerdas. Pandai menguasai keadaan. Ia mengerti bahwa Mpu Gandrin adalah orang yang berbahaya. Proses pembunuhan terhadap Mpu Gandrin tidak dibahas dalam karangan Pramoedya Ananta Toer.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar