Jumat, 16 Oktober 2015
After Marriage
tentang pertengkaran, aku sebenarnya juga tak suka dengan yang namanya perselisihan. terlebih pasanganku seringkali memaksakan pendapatnya. jika amarah sudah menggoda batinnya, kata-kata suci dari bibir siapapun tak akan masuk ke hatinya. pertama kali menikah, pertengkaran itu begitu sering. aku, yang tak becus mengurus rumah, memasak, dan bangun pagi menjadi amat tersiksa dengan pernikahan ini. aku seorang wanita yang bebas, seperti kebanyakan anak lainnya, yang terlampau dipercayai orang tuanya. masuk kedalam rumah tangga dengan seseorang yang penuh dengan aturan dari ibu yang mendidiknya. aku salah, dia marah, aku juga marah. dia salah, aku juga marah. siapapun yang salah, ketika saling menyalahkan dan ada emosi, disitu ada kemarahan dan pertengkaran. lantas apa yang kita lakukan?
kebanyakan orang, terlebih geneasi kinyis-kinyis masa kini mengandalkan perceraian untuk menyelesaikan masalah. lantas setelah bercerai, apa yang mau diperbuat? menjanda, menduda seumur hidup? menikah lagi? yakin nggak bakal ada pertengkaran?
jangan dibayangkan pertengkaran dalam pernikahan itu disebabkan karena batu besar. justru hal kecil yang tak pernah terbayang bisa menghancurkan harimu. contoh aku sendiri, dari jaman lahiran klo dibonceng naik motor nggak pernah pegang si pembonceng, selalu pegang motor, bisa bertumpu dengan kaki meskipun tidak berpegangan, intinya, tanpa pegangan aku bisa jaga diri, walau yang bonceng ugal-ugalan. setelah menikah ya tetep aja aku nggak pegangan, lagian nggak biasa juga. uda diingetin kadang lupa, namanya juga kebiasaan. terus dia bilang dengan nada serius sambil nyetir motor "kamu kenapa sih nggak mau pegangan??? malu ta punya suami kayak aku??" "enggak, ya cuma nggak biasa aja" "aku ini kan suami mu, ya dibiasain donggg. itu juga biar kamu aman, nggak jatoh. bla bla bla bla..." puanjang ciiiinnn... aku aja nggak kepikiran sama apa yang ia bilang tadi, aku hanya nggak terbiasa, klo pegangan justru mengganggu keseimbanganku "jadi aku ini ngganggu buat kamuuu" hati ku ber kata , "bacottt lu gangguuuu!!!!!" dalam hati aja, nggak usah keluar2, nanti makin panjang episodenya.kata2 yang patut disensor, tapi terpikir karena betapa nya dirinya....
kebayang nggak sih betapa nggak bersalahnya aku. kayak kesambet, nggak ada ujan nggak ada angin, tiba2 disamber petir. terus aku itu
suka nggak nutup botol sampo dan sabun, lupa nutup lubang air di kamar mandi, nggak biasa matiin lampu, suka lupa naro makanan ampe basi berkali-kali, nggak suka nutup makanan, suka makan sembarangan, ibadah kurang, boros klo pake sesuatu, suka ngilangin barang, suka ngeberesin barang seenaknya kadang dibuang padahal punya dia, kurang sadar sama benda-benda bahaya dan hal biasa lainnya. aku normal kok.
dan dia itu, teliti, suka nyimpen barang2 yang dirasa akan berguna entah kapan, makanan harus habis, nggak ada kata mubadzir, disiplin matiin lampu dan mengembalikan barang ke tempat semula. suka naro baju dimana-mana, sangat hati2 dengan keselamatan (duduk deket colokan listrik aja suru minggir), hati2 dengan makanan tak sehat, anti dengan msg, suka dengan larangan (nggak bole ini itu), sangat lebay tentang kesehatan, pokoknya susah nyari kesamaan.
semua bisa jadi bahan pertengkaran. klo ditanya muak apa enggak, aku pasti muak. rasanya pengen lari dari rumah. tapi sebagai manusia yang berakal, aku merasa aku harus belajar dari kesalahan. minta maaf saja walau nggak salah, jika memberi penjelasan adalah sesuatu yang tidak mungkin. karena menang dalam adu argumen tak akan membuat dia sadar bahwa kita benar, terkadang dia malah merasa terhina. yang paling penting dalam pertengkaran adalah meredakannya dulu. sementara simpan dulu ego. biarlah kita yang salah asal pertengkaran ini dapat disudahi. jika kepala mu dudah dingin, sudah saling memaafkan, baru bicara padanya bahwa sebenarnya seperti apa yang terjadi, apa kesalahan yang ia perbuat, tentunya jangan dengan nada menyalahkan, biasa saja.
ketika marah, duniamu hancur, pasanganmu adalah orang paling tercela di dunia, kamu menyesal memilih dia, banyak laki2 lain yang lebih dari dia, kamu merasa lebih baik tanpa laki-laki, dunia tidak adil, kamu ingat semua sifat buruk dan kesalahannya sampai cela kecilnya, tak ada kebaikan yang bisa dilihat dari dirinya.
ketika amarah itu memuncak cobalah tenang sedikit dan gunakan akal sehat, bersabar, jangan minta cerai2an dulu, maaf2an aja dulu, klo uda saling memaafkan dan saling mengalah, pasti bayangan2 tadi hilang, angan2 mau bercerai seolah hanya ide konyol murahan,
kesalahan dan pertengkaran adalah alat ukur. jika hanya karena kesalahan dan kekurangan seseorang pergi, maka dia hanya ingin menikmati baiknya kita saja, hidup ini nggak instant kayak negeri dongeng. tapi lebih rumit. jangan menjalaninya dengan rumit.
prinsipku sih, yang penting bukan karena pihak ketiga aja.
Kamis, 03 September 2015
Kurus atau gemuk
Yak ceritanya ini curhat, karna saking frustasinya sama kekurusanku yg tak kunjung reda. Gimna nggk frustasi, niat naikin berat dr 42 ke 45 malah jd 40 kadang 39 kg. Huhu..
Kini beratku 40kg dengan tinggi standart 153cm. Biarpun kurus gini aku dulu pernah mencapai 47kg lho, itu adalah berat badan terberat ku waktu sma. Tp idealnya sih 45kg. Karena dulu naik turun, ujung2 nya 45. Kok sekarang jd 40 gini ya? Sedih juga lihat badan kyk gini, mudah lelah, lemah, nggk tangguh deh pokoknya, makanya jadi ribet klo lg markir motor, nggk kuat nggeser. Huft apa ini keturunan ya? Secara kakak ku jg nggk gemuk, tp ibuk ku jg nggk kurus, pokoknya yg parah itu aku banget deh, klo ada temen yang lagi nyandar atau pegang bahuku rasanya malu banget. Langsung tersentuh tulangnya. Kalo tulang bahuku sih emang beda dari yang lain, nurun ibuk. Aku dan kakakku memiliki bahu yang agak menonjol, nggk rata. Meskipun gemuk retep aja ada tulang yang sedikit menonjol.
Klo diinget2 mengenai kekurusanku sih mungkin lebih kepada mood ku aja kali ya. Aku ini kalo makan dikit, lama, kadang nggak abis, kalo uda makan nggak kuat ngemil, kalo lagi capek dan laper, lebih milih tidur, kalo laper tapi nggk ada makanan lapernya ditahan, kalo lagi malas2an nggk mau bangun meski laper. males banget sih jadi cewek hmm.. . yah kira2 gitu deh pola makan nggk teratur, laper dibawa tidur.
Males2 gini aku juga da niatan kok nambah berat. Dulu teman ku *una pernah makan obat untuk gemukin badan, hasilnya emang kelihatan, tapi pas uda nggk makek balik lagi kee berat awal. Intinya obat itu sih menambah nafsu makan. Pengen beli juga, tapi ya kalo dipikir2 pasti nggak akan manjur
Kenapa? Percuma nafsu makan bertambah klo niatan untuk makan nggak ada. Nambah2in sengsara aja, nafsu makan tapi malas makan, jadinya kan tersiksa. Krna yg salah adalah pola hidup, mau nggk mau harus dibiasakan, klo buat aku sih susah krna aku nggk ada yg ngurus kyk waktu dirumah. Masakan ibuk yg uda pasti enak aja jaranh makan, apalagi masakan ku yg jarang enak hahaha.. Good bye aja.
Kyknya kegemukan dan kekurusan sama aja deh penyebabnya, klo dia normal sih, klo kena prnyakit ya beda lagi. Intinya niat aja yang dikencengin. Insyaalloh klo niat gampang menggapainya, orang perawatan wajah aja perlu niat kok, apaan tuh krim jumlahnya belasan. Klo nggk niat semuanya sia2 saja.
Entah kapan aku punya niat :(((
Selasa, 25 Agustus 2015
Asal komen
Di era digital dan serba internet ini, koran2 hampir semuanya memiliki akun di media sosial. Tujuannya pasti agar lebih banyak yang baca. Aku mengikuti beberapa saja dari akun2 itu, yang paling sering sih kompas, beritanya ampe banjir2 kali ya... Nggk berhenti2.
Karena berita ini dipublikasikan di sosmed, otomatis yg muncul cuma judul sama gambarnya aja. Dulu aku rajin sih baca2 ginian, abis itu liat2 komennya. Lucu2 juga. Apa lagi pas kampanye, euyy.. Bikin gemes. Yang unik dari kebanyakan komen adalah mereka yang nggk baca isi beritanya, langsung aja main komen hujat2 an, emosi, ngelawak, istighfar, pokoknya seru deh.. Lbih seru baca komen dr pd baca beritanya.
Kadang ada yang komen "baca dulu isinya baru komen". Sampe di capslock juga. Terus ada juga yg menghujat karena jadi pembaca kok bodoh banget. Isinya apa komennya apa. Secara gitu ya, judul berita kebanyakan nggk mencerninkan isinya, biasanya sih yg beritanya hot2 gitu, kyk tentang isu islam, gosip artis, politik, wes yg menyebabkan fitnah2 itu dah, seringnya sih saya nemu di *om*as.com. saya juga pernah ketipu, " inilah komentar ... Tentang hubungan ibunya dan ariel". Eh ternyata isinya dia nggk mau komentar, gimana nggk komat kamit mulut saya.
Kembali ke asal komen, dulu saya juga ketawa sambil ngebodoh2in orang yg asal komen dalam hati. Nggak nyambung blasss komennya, ngalor ngidul. Tapi... Masak iya sih mereka sepenuhnya salah. Saya kira selain pembaca, pembuat berita nya yang bermasalah. Kenapa pula mereka membuat judul yg provokatif, ya tentu buat jualan lah ya, sama buat jadi kompor. Berita buruk itu selalu jadi idaman media. Klo belum cukup buruk, dipelintir dikit kata2 nya sehingga jadi buruk secara tersirat. Saya rasa selain untuk menarik minat baca, judul yang mencla mencle ini juga bertujuan untuk menyesatkan pembaca. Karena faktanya, judul yang kontroversi lebih banyak langsung di komen dari pada di baca isinya. Ya wajarlah ya.. Kadang yang bersangkutan marah, misal idola politiknya di beritakan negatif. Langsung aja komen.
Mrnurut saya jurnalis macam ini tidak punya etika, karena judul yg ia kenakan bersifat menghasut, kompor, mencela, dan juga menimbulkab perpecahan. Walaupun secara tertulis tidak ada pelanggaran dari berita2 tersebut, apalagi yg sekelas pupuk kompos itu ya, makion lihai bikin beritanya. Contoh nya yg tadi "inilah komentar .. Tentang hubungan ibunya dan airiel" isinya mbak nya bilang gini "aku kan kesini buat acara ... Jadi aku nggk mau komen tentang itu ya". Meskipun dia nggk komen tentang ibunya, tapi ia tetep ngasi komentar, yaitu nggk mau komentar. Pusing pala bebi ya, bikin berita puter kanan kiri laris manis.
Di jaman ini uang yang berbicara, demi uang media rela melacurkan dirinya. Apa daya seorang jurnalis walaupun dia tidak ingin menulis berita spt itu, dia kan hanya pekerja dari sebuah korporasi, klo nggk sejalan ya pergi saja. Selain uang juga pemilik terkadang punya nilai yang ingin disisipkan dan juga dihancurkan.
Klo uda kayak gitu gimana pembaca nggk emosi, emang beritanya ditujukan untuk itu kok. So, pembaca kurang bijak itu hanya dampak dari kepentingan pribadi media. Tentu saja yang terlibat dalam pembuatan berita itu dosanya berat, karena secara tersirat ada unsur fitnah dalam berita. Pembacanya se nusantara pula. Tapi klo mereka percaya dosa sih. Hehe
Minggu, 23 Agustus 2015
Pedagang kecil nakal & kurang pelayanan?
Jumat, 05 Juni 2015
Semester enam
Kamis, 21 Mei 2015
Menghemat kuota internet Hp xiaomi
Pake hp android itu, gampang2 susah. Enaknya dia mayan canggih, tentu klo ditunjang dengan internet. Tp kadang nggak ke kontrol, tiba2 abis tuh kuota.
Klo pake hp xiaomi, gini nih cara menghemat.
1. Security
2. Data usage
3. Restric
4. Itu ada daftar aplikasi yg km instal, ada tulisan data dan wifi. Klo data di kasih tanda x otomatis dia nggk akan konek internet walaupun paket data dinyalain. Begitu pula wifi. Klo di centang, berarti terhubung.
Jadi bisa hemat kan, krna klo apkikasi di android kadang nganggur2 nyerap kuota, entah notifikasi, iklan, dll. Tau2 uda ludes aja kuotanya. Hehe... Jd nggk perlu repot2 matiin atau hidupin paket data klo pngen hemat.
Selain itu, aplikasi yg penting, kyk line, tetap bisa kita akses 24 jm.
Sekedar berbagi
Rabu, 20 Mei 2015
Mencari colokan di perpus
Yah, jd hr ini adalah hari yg padat sebenarnya. Kuliah pagi sampe magrib. Tp berhubung kuliah bnyk yg nggk ada, jadi nganggur deh, hehehe
Ceritanya lg di perpus, tp jm2 siang gini rame bnget, susah deh cari colokan, secara listrik itu udah seperti nyawa sendiri.
Uda muter2 tetep aja nggk nemu, ada yg tmptnya nggk pas, ujung2 nya ke lt 1 flash lounge, sendiri, krik2...
Eh kmudian teman2 datang, nggk disangka berkumpul dan mulailah ada debat kusir yg tak ada ujung. lucu juga hr ini. Tp nggk dgn tulisan ini.
Flash lounge, akhirnya mnjdi tmpt persinggahan terakhir hr ini