Minggu, 23 Agustus 2015

Pedagang kecil nakal & kurang pelayanan?




Sebagai warga Negara indonesia kita pasti sering mendengar bahwa lebih baik membeli di pasar dari pada supermarket, mending di toko2 kecil dari pada di minimarket, biar uangnya nggak lari ke luar negeri. secara supermarket2 itu kebanyakan dimiliki oleh asing. Aku sendiri juga berpendapat sama. Aku senang kalau belanja di toko2 kecil karena biasanya harga lebih murah. Selain itu juga membantu pendapatan mereka. waktu di kos aku sering sekali membeli jajan, beras, makan, kadang sayur ke pedagang2 kecil. Ada rasa seneng juga setelah aku membeli, melihat betapa sepinya toko mereka, bahkan nenek2 penjual sayur dengan gerobak yang sangat sepi pembeli, gerobak yang harus didorong keliling gang. Membeli ke mereka itu rasanya seperti sedikit berguna saja.
Setelah aku menikah aku juga ingin menerapkan hal yang sama. Aku ingin mengurangi belanja ke super atau minimarket. Tapi karena aku nggak tau tempat2 jual sembako, sementara beli aja di minimarket terdekat. Sewaktu jalan-jalan aku iseng2 minta berhenti di toko kelontong untuk membeli beras. Lumayan murah dan kualitasnya nggak jauh beda sama yang di minimarket. Setelah beras habis, aku pun mengajak hubby ke toko itu lagi. Aku membeli 5 kg, dijadikan 2 bungkus, 3kg dan 2kg. karena mau dikasihkan pak tukang dekat rumah. Awalnya sih enjoy2 aja, tapi kok ada yang aneh ya sewaktu ibuk itu menimbang. Takaran pertama 3kg, karena timbalnya terbatas jadi dia memakai gula dan tepung sebagai ganti timbal. Timbale 1kg ditambah ½ kg timbal sama 2 bungkus tepung. Aku sih masih bingung, itu kan jumlahnya 2 ½ kg bukan 3kg. aku cukup tau mengenai timbang2an dan ukuran tepung ½ kg ¼ kg atau satu kg. karena dulu sebelum ibu ku sakit panjang aku pernah punya toko. Aku sering menggantikan ibu ketika tidak ada orang dirumah. tapi karena itu uda lama sekali jadi aku masih ragu, dugaannku benar atau salah. Pokoknya kalo variable angka dari berat tepung dan timbale aku utek2 hasilnya tetap nggak 3kg. adanya kurang atau lebih. Berlanjut ke bungkus ke dua, 2kg. klo yang ini aku rasa bener. Pas 2kg.
Dari situ aku aku mulai jengkel dan bĂȘte, mungkin aku terlihat masih kecil untuk membeli beras. Karena ibu itu menimbang dengan sangat santai terang2an, uda gitu pakai jelek2in seseorang. Ngasi rekomendasi berasnya juga aneh. Harganya rada naik. Aku pulang dengan perasaan bingung jengkel. Kayaknya aku dianggap bodoh sama ibuk itu, nggak ngerti timbang2an. Pas nyampek dirumah yang 2kg untuk dimasak. Ternyata nggak terlalu enak. Berasnya rada hancur. Ah kapok dah beli situ lagi. Niatnya baik, eh pas udah tau sering beli malah ditipu. Gimana pembeli nggak pada kabur klo gitu. Harga beda dikit sama di supermarket, tapi kualitasnya jelas.
Pengalaman lain ketika membeli buah2an, ada yang jutek nggak bisa ditawar, ada yang nakal harganya dinaikin, ada juga yang kualitasnya jelek. Yah mau gimana lagi ya, my hubby udah nggak mau lagi beli buah pinggir jalan, meskipun securang2nya mereka masih mahalan supermarket, tapi ada rasa kecewa yang sulit hilang. Akhirnya kita kalo beli buah selalu di super*nd* aja. Buahnya bagus, kalaupun busuk sama petugasnya dikasih tahu waktu nimbang, bisa tanya2 gimana cara mengetahui melon yang manis apa enggak. Dari situ kita jadi beralih sepenuhnya untuk beli buah, kecuali untuk kasus2 tertentu, missal kasian sama penjual, atau buah yang nggak ada di supermarket.
Untuk sayuran tetep beli di tukang sayur, karena harga nya beda jauuuh ya sama supermarket, belinya tiap hari lagi, bisa bangkrut domfet saya. Meskipun belinya ditukang sayur saya juga milih2, langganan saya ini warungnya jauh dari rumah, karena yang deket rumah lemot klo jual, nggak lihat orang ngantri, yang agresif diduluin, mukanya cemberut jarang senyum, ekspresi biasa aja nggak (kayaknya kalo ini udah dari sononya) kan saya jadi takut ya jadi pengen buru2, jadinya mending yang jauh tp nyaman hehe.
Mungkin selama ini kita tau yang menjadi kekuatan pedangan kecil adalah harganya. Tapi selain harga seharusnya mereka juga mengedepankan pelayanan yang baik dan juga kejujuran. Karena kecurangan hanya akan memberikan untung untuk sementara saja. sementara kejujuran dan juga pelayanan yang baik bisa membuat pembeli jadi loyal. Tapi ya jangan mahal2 juga sih hehe… tentunya nggak semua pedangan kecil itu nakal, cuman mereka yang tidak jujur menodai orang lain yang seprofesi dengan dia.
(postingan ini kok kayak emak2 banget ya hahaha… )

Jumat, 05 Juni 2015

Semester enam


Bulan Juni, menandakan UAS semester enam akan segera hadir. Semester ini aku sudah mengambil proposal. Semester depan insyaalloh skripsi. Ternyata aku sudah sejauh ini ya kuliahnya? Padahal belom bisa apa-apa. Teori-teori masih pada bingung. Apalagi mengplikasikan ilmu.
Seneng nggak sih uda semester akhir? Seneng lah, artinya aku bisa tepat waktu. Jadi mahasiswa standart-standart aja sih. Tapi… jadi dilema juga nih.. mau lulus empat tahun apa tiga setengah? Klo tiga setengah kan cepet tuh, rada ngoyoh tapi kelihatan sedikit sangar gitu, padahal biasa aja. Atau lulus standart empat tahun?
Sebenernya pengen 3.5 aja biar nggk lama2 kuliah. Bosen juga lah kuliah mulu. Tapiiiii… lulus kuliah tu beda sama lulus SMA, SMP, atau SD. Yang kalo lulus terus daftar sekolah lagi, jelas banget itu polanya. Lulus kuliah tu artinyaaa… cari kerja atau kuliah lagi. Masyaallooooh.. aku bingung banget. Nggak kepikiran buat kuliah. Tapi juga nggak kepikiran mau kerja dimana. Nggak kebayang uda dihadapkan pada fase-fase ini. Seperti sudah dinanti dengan tanggung jawab baru.
Sampe sekarang masih nggak tahu mau ngapain abis kuliah, mau tiga setengah apa empat tahun. Klo kerja mau dimana? Gaji berapa ? kerjanya apa? Puyeng pala bebi klo mikir semester.


Kamis, 21 Mei 2015

Menghemat kuota internet Hp xiaomi

Pake hp android itu, gampang2 susah. Enaknya dia mayan canggih, tentu klo ditunjang dengan internet. Tp kadang nggak ke kontrol, tiba2 abis tuh kuota.

Klo pake hp xiaomi, gini nih cara menghemat.
1. Security
2. Data usage
3. Restric
4. Itu ada daftar aplikasi yg km instal, ada tulisan data dan wifi. Klo data di kasih tanda x otomatis dia nggk akan konek internet walaupun paket data dinyalain. Begitu pula wifi. Klo di centang, berarti terhubung.

Jadi bisa hemat kan, krna klo apkikasi di android kadang nganggur2 nyerap kuota, entah notifikasi, iklan, dll. Tau2 uda ludes aja kuotanya. Hehe... Jd nggk perlu repot2 matiin atau hidupin paket data klo pngen hemat.
Selain itu, aplikasi yg penting, kyk line, tetap bisa kita akses 24 jm.

Sekedar berbagi

Rabu, 20 Mei 2015

Mencari colokan di perpus

Yah, jd hr ini adalah hari yg padat sebenarnya. Kuliah pagi sampe magrib. Tp berhubung kuliah bnyk yg nggk ada, jadi nganggur deh, hehehe
Ceritanya lg di perpus, tp jm2 siang gini rame bnget, susah deh cari colokan, secara listrik itu udah seperti nyawa sendiri.
Uda muter2 tetep aja nggk nemu, ada yg tmptnya nggk pas, ujung2 nya ke lt 1 flash lounge, sendiri, krik2...
Eh kmudian teman2 datang, nggk disangka berkumpul dan mulailah ada debat kusir yg tak ada ujung. lucu juga hr ini. Tp nggk dgn tulisan ini.
Flash lounge, akhirnya mnjdi tmpt persinggahan terakhir hr ini

Jumat, 15 Mei 2015

Hati2 dengan Teman mu

Aku memiliki seorang teman, sangat menyenangkan, menghibur, cantik, dan supel. Entah kapan aku mulai dekat dengan dia, kami sering bersama hingga smt.5

Skrng smt.6, aku sudah jarang bertemu dia. Mungkin karena matakuliah sedikit berbeda. Atau bisa dibilang sedikit sengaja.

Awalnya kami tidak berdua, tapi banyak, sekitar lima orang. Tp krna ada beberapa masala, kami jadi terpisah. Aku bersama dia, satu orang masih tertinggal, dan satu lagi bermasalah dengan dia, sementara satunya ikut dengan rivalnya dia. Kami semua berhubungan baik, kecuali dia dan rivalnya dia.

Lama2 aku jd ikut menghindar. Krna dia terlalu banyak bercerita buruk tentang rivalnya beserta keluarganya. Awalnya aku percaya. Tapi kebenaran yg ku dapat ternyata beragam. Hingga aku simpulkan bahwa ia sangat mampu untuk memanipulasi, karena kebenciannya. Karena rivalnya memiliki apa yg tidak ia miliki mungkin. Aku sangat menyayangkan, karrna kami semua dulunya sangat dekat. Bagaimana mungkin ia setega itu mencemarkan nama baik temannya sendiri pada orang2, walaupun mereka dlm permusuhan. Tapi apakah sedangkal itu? Knp aku tidak menemukan sikap yg sama pd temanku satunya.

Dari situ aku mulai berfikir. Aku mengosongkan pendapat pribadiku tentang mereka berdua. Mana kira2 yg memiliki lbh banyak kebenaran. Hasilnya aku mendapat lbh banyak kebenaran dari rival temanku ini. Sementara temanku memiliki kebenaran yang sangat semu. Rupanya ia sangat pandai membingkai. Aku tidak bisa membayangkan, mereka dahulu sangat dekat, aku bukan siapa2 dilihat dr kedekatan mereka. Teman ku itu jg sering diberi sesuatu oleh rivalnya dulu, menginap, dan hal2 yg sangat akrab. Tapi rivalnya berujung seperti ini. Perlakuan, dan perbincangan yg selalu mrmberi nilai negatif pd rival nya. Padahal tidak ada perlakuan serupa pada dia.

Waw, jika mereka yg akrab saja memungkinkan terjadi penghianatan terus menerus, bisa jd akan terjadi pd ku. Aku rasa teman yg sering membicarakan aib orang lain pd kita harus diwaspadai. Krna jika kita tidak ada, bisa jd kita yg akan mnjadi bahan obrolannya dia. Aku rasa aku sudah mengalaminya, hanya saja aku tidak tahu. Semoga saja tidak sampai pd telingaku. Agar aku tidak membenci dia.

Yg harus aku lakukan adalah waspada. Krna teman dekat bisa menjadi musuh yg melumpuhkan. Kenali baik2 siapa yg dekat denganmu. Karena mereka bisa mnjadi aset berharga atau justru racun bagi mu.

Kamis, 14 Mei 2015

Gathering IAIC Jatim Intim 14 Mey

Iaic adalah kepanjangan dari ikatan alumni insan cendekia. Sebuah sekolah yg didirikan Bj Habibie. Iaic jatim intim berarti kita berada di wilayah jawa timur dan indonesia timur paska lulus Man (sma). Ada yang masih kuliah, sudah bekerja, atau yg berdomisili di sini.

Wilayah kami, bisa dibilang nggk terlalu diminati. Kebanyakan mereka melanjutkan ke Ugm dan Itb, atau jakarta2 gitu. Otomatis jumlah kami relatif sedikit. Angkatan ku saja hanya 5 orang di surabaya, 3 orang di malang, 1 orang di tuban, dan 1 orang di bali, klo di Ugm atau jawa tengah, mungkin lbh dr 30 kali ya..

Tapi jumlah yg sedikit ini justru mempererat kekeluargaan kami. Iaic jatim sering nya kumpul campur2 angkatan, dr yang muda hingga yg lupa tahun lulusnya. Seperti kakak dan adik, walaupun kota ini panas, tapi selalu menarik untuk membuat kami bersaudara

Acara yg baru saja kami selenggarakan yaitu membahas proker tahun ini. Ada buka puasa bersama dan makrab. Walau terlihat sepele, ternyata susah juga merealisasikan acara itu, kendalanya adalah keberagaman kami. Terpisah jurusan, fakultas, universitas, kota, profesi dll. Semoga saja niat mengaburkan hambatan2 itu, sehingga km bisa continue to the next agenda

See u in Ramadan 

On may

Ngga kerasa ya ternyata uda semester 6. Sedang merajut proposal, masyaalloh banget. Pertanyaannku masa maba dulu terjawab sudah. Dulu aku pernah bingung

"Kenapa mas dan mbak skripsi itu lebay banged ampe stress pusing nulis status alay, nggak karuan deh. Spt sebuah disaster gitu si skripsi tu." "Ada juga meme tentang skripsi".

Ampe smt 5 jg blom paham, ada beberapa matakuliah juga yg ujiannya bikin proposal penelitian, emmn... Selesai2 jg ternyata

Klo sekarang aku beneran proposal, yah absurd gitu sih, ada sensasi nya ternyata, geregggggetaaannnn... Kadang dosen itu beda2 pemahamannya. Terus kita ikut siapa?
Pjmk menyuruh revisi, ketika sudah di setujui, dibagilah mahasiswa kepada dosen yg akan membimbing. Nah ini nih, beda lagi komentarnya.. . masyaalloh banget
Terus kita kudu nurut apa kekeh? Nanti klo pas sidang pembelaan kita apa klo nurut sm dosen? " kata bu ini, yg benar seperti ini mas"
Terus mas Pjmk pernah bilang di kelas, klo jawaban seperti itu murahan. Buktikan dengan literatur, itu yg bner katanya.
Wah wah... Repot juga ya jd mahasiswa skripsi atau proposal, ternyata bukan karena susah nya aja, tapi juga sisi subjektif dari keobjektivan dosen juga mempengaruhi. Hahaha

Klo tanya sama 10 dosen bisa2 beda semua pendapatnya, 7 tahun nggak kelar2 klo gitu mah

Yang semangat aja dah pokoknya, pantang menyerah,