Minggu, 23 Agustus 2015
Pedagang kecil nakal & kurang pelayanan?
Jumat, 05 Juni 2015
Semester enam
Kamis, 21 Mei 2015
Menghemat kuota internet Hp xiaomi
Pake hp android itu, gampang2 susah. Enaknya dia mayan canggih, tentu klo ditunjang dengan internet. Tp kadang nggak ke kontrol, tiba2 abis tuh kuota.
Klo pake hp xiaomi, gini nih cara menghemat.
1. Security
2. Data usage
3. Restric
4. Itu ada daftar aplikasi yg km instal, ada tulisan data dan wifi. Klo data di kasih tanda x otomatis dia nggk akan konek internet walaupun paket data dinyalain. Begitu pula wifi. Klo di centang, berarti terhubung.
Jadi bisa hemat kan, krna klo apkikasi di android kadang nganggur2 nyerap kuota, entah notifikasi, iklan, dll. Tau2 uda ludes aja kuotanya. Hehe... Jd nggk perlu repot2 matiin atau hidupin paket data klo pngen hemat.
Selain itu, aplikasi yg penting, kyk line, tetap bisa kita akses 24 jm.
Sekedar berbagi
Rabu, 20 Mei 2015
Mencari colokan di perpus
Yah, jd hr ini adalah hari yg padat sebenarnya. Kuliah pagi sampe magrib. Tp berhubung kuliah bnyk yg nggk ada, jadi nganggur deh, hehehe
Ceritanya lg di perpus, tp jm2 siang gini rame bnget, susah deh cari colokan, secara listrik itu udah seperti nyawa sendiri.
Uda muter2 tetep aja nggk nemu, ada yg tmptnya nggk pas, ujung2 nya ke lt 1 flash lounge, sendiri, krik2...
Eh kmudian teman2 datang, nggk disangka berkumpul dan mulailah ada debat kusir yg tak ada ujung. lucu juga hr ini. Tp nggk dgn tulisan ini.
Flash lounge, akhirnya mnjdi tmpt persinggahan terakhir hr ini
Jumat, 15 Mei 2015
Hati2 dengan Teman mu
Aku memiliki seorang teman, sangat menyenangkan, menghibur, cantik, dan supel. Entah kapan aku mulai dekat dengan dia, kami sering bersama hingga smt.5
Skrng smt.6, aku sudah jarang bertemu dia. Mungkin karena matakuliah sedikit berbeda. Atau bisa dibilang sedikit sengaja.
Awalnya kami tidak berdua, tapi banyak, sekitar lima orang. Tp krna ada beberapa masala, kami jadi terpisah. Aku bersama dia, satu orang masih tertinggal, dan satu lagi bermasalah dengan dia, sementara satunya ikut dengan rivalnya dia. Kami semua berhubungan baik, kecuali dia dan rivalnya dia.
Lama2 aku jd ikut menghindar. Krna dia terlalu banyak bercerita buruk tentang rivalnya beserta keluarganya. Awalnya aku percaya. Tapi kebenaran yg ku dapat ternyata beragam. Hingga aku simpulkan bahwa ia sangat mampu untuk memanipulasi, karena kebenciannya. Karena rivalnya memiliki apa yg tidak ia miliki mungkin. Aku sangat menyayangkan, karrna kami semua dulunya sangat dekat. Bagaimana mungkin ia setega itu mencemarkan nama baik temannya sendiri pada orang2, walaupun mereka dlm permusuhan. Tapi apakah sedangkal itu? Knp aku tidak menemukan sikap yg sama pd temanku satunya.
Dari situ aku mulai berfikir. Aku mengosongkan pendapat pribadiku tentang mereka berdua. Mana kira2 yg memiliki lbh banyak kebenaran. Hasilnya aku mendapat lbh banyak kebenaran dari rival temanku ini. Sementara temanku memiliki kebenaran yang sangat semu. Rupanya ia sangat pandai membingkai. Aku tidak bisa membayangkan, mereka dahulu sangat dekat, aku bukan siapa2 dilihat dr kedekatan mereka. Teman ku itu jg sering diberi sesuatu oleh rivalnya dulu, menginap, dan hal2 yg sangat akrab. Tapi rivalnya berujung seperti ini. Perlakuan, dan perbincangan yg selalu mrmberi nilai negatif pd rival nya. Padahal tidak ada perlakuan serupa pada dia.
Waw, jika mereka yg akrab saja memungkinkan terjadi penghianatan terus menerus, bisa jd akan terjadi pd ku. Aku rasa teman yg sering membicarakan aib orang lain pd kita harus diwaspadai. Krna jika kita tidak ada, bisa jd kita yg akan mnjadi bahan obrolannya dia. Aku rasa aku sudah mengalaminya, hanya saja aku tidak tahu. Semoga saja tidak sampai pd telingaku. Agar aku tidak membenci dia.
Yg harus aku lakukan adalah waspada. Krna teman dekat bisa menjadi musuh yg melumpuhkan. Kenali baik2 siapa yg dekat denganmu. Karena mereka bisa mnjadi aset berharga atau justru racun bagi mu.
Kamis, 14 Mei 2015
Gathering IAIC Jatim Intim 14 Mey
Iaic adalah kepanjangan dari ikatan alumni insan cendekia. Sebuah sekolah yg didirikan Bj Habibie. Iaic jatim intim berarti kita berada di wilayah jawa timur dan indonesia timur paska lulus Man (sma). Ada yang masih kuliah, sudah bekerja, atau yg berdomisili di sini.
Wilayah kami, bisa dibilang nggk terlalu diminati. Kebanyakan mereka melanjutkan ke Ugm dan Itb, atau jakarta2 gitu. Otomatis jumlah kami relatif sedikit. Angkatan ku saja hanya 5 orang di surabaya, 3 orang di malang, 1 orang di tuban, dan 1 orang di bali, klo di Ugm atau jawa tengah, mungkin lbh dr 30 kali ya..
Tapi jumlah yg sedikit ini justru mempererat kekeluargaan kami. Iaic jatim sering nya kumpul campur2 angkatan, dr yang muda hingga yg lupa tahun lulusnya. Seperti kakak dan adik, walaupun kota ini panas, tapi selalu menarik untuk membuat kami bersaudara
Acara yg baru saja kami selenggarakan yaitu membahas proker tahun ini. Ada buka puasa bersama dan makrab. Walau terlihat sepele, ternyata susah juga merealisasikan acara itu, kendalanya adalah keberagaman kami. Terpisah jurusan, fakultas, universitas, kota, profesi dll. Semoga saja niat mengaburkan hambatan2 itu, sehingga km bisa continue to the next agenda
See u in Ramadan
On may
Ngga kerasa ya ternyata uda semester 6. Sedang merajut proposal, masyaalloh banget. Pertanyaannku masa maba dulu terjawab sudah. Dulu aku pernah bingung
"Kenapa mas dan mbak skripsi itu lebay banged ampe stress pusing nulis status alay, nggak karuan deh. Spt sebuah disaster gitu si skripsi tu." "Ada juga meme tentang skripsi".
Ampe smt 5 jg blom paham, ada beberapa matakuliah juga yg ujiannya bikin proposal penelitian, emmn... Selesai2 jg ternyata
Klo sekarang aku beneran proposal, yah absurd gitu sih, ada sensasi nya ternyata, geregggggetaaannnn... Kadang dosen itu beda2 pemahamannya. Terus kita ikut siapa?
Pjmk menyuruh revisi, ketika sudah di setujui, dibagilah mahasiswa kepada dosen yg akan membimbing. Nah ini nih, beda lagi komentarnya.. . masyaalloh banget
Terus kita kudu nurut apa kekeh? Nanti klo pas sidang pembelaan kita apa klo nurut sm dosen? " kata bu ini, yg benar seperti ini mas"
Terus mas Pjmk pernah bilang di kelas, klo jawaban seperti itu murahan. Buktikan dengan literatur, itu yg bner katanya.
Wah wah... Repot juga ya jd mahasiswa skripsi atau proposal, ternyata bukan karena susah nya aja, tapi juga sisi subjektif dari keobjektivan dosen juga mempengaruhi. Hahaha
Klo tanya sama 10 dosen bisa2 beda semua pendapatnya, 7 tahun nggak kelar2 klo gitu mah
Yang semangat aja dah pokoknya, pantang menyerah,