Jumat, 16 Oktober 2015

After Marriage

seorang teman bertanya kepada ku "kamu udah setahun menikah apa masih sering bertengkar?" "ya sering", "biasanya kenapa?" sulit nih jawabnya, secara kebanyakan ampe lupa. "ya banyak, hal-hal kecil aja bisa buat bertengkar, hanya karena aku nggak nutup saluran air di kamar mandi misalnya." betewe kenapa ya temen ku ini nanya2 gini? aku ditanya sambil keheranan. ada apa ini, pikirku. jangan-jangan aku mau dijadiin objek skripsi lagi, haha pede... lama-lama dia cerita klo saudaranya ada yang mau bercerai padahal masih 2 s/d 3 bulan menikah. si cewek yang minta cerai,.. entah jelasnya apa akar masalahnya.

tentang pertengkaran, aku sebenarnya juga tak suka dengan yang namanya perselisihan. terlebih pasanganku seringkali memaksakan pendapatnya. jika amarah sudah menggoda batinnya, kata-kata suci dari bibir siapapun tak akan masuk ke hatinya. pertama kali menikah, pertengkaran itu begitu sering. aku, yang tak becus mengurus rumah, memasak, dan bangun pagi menjadi amat tersiksa dengan pernikahan ini. aku seorang wanita yang bebas, seperti kebanyakan anak lainnya, yang terlampau dipercayai orang tuanya. masuk kedalam rumah tangga dengan seseorang yang penuh dengan aturan dari ibu yang mendidiknya. aku salah, dia marah, aku juga marah. dia salah, aku juga marah. siapapun yang salah, ketika saling menyalahkan dan ada emosi, disitu ada kemarahan dan pertengkaran. lantas apa yang kita lakukan?

kebanyakan orang, terlebih geneasi kinyis-kinyis masa kini mengandalkan perceraian untuk menyelesaikan masalah. lantas setelah bercerai, apa yang mau diperbuat? menjanda, menduda seumur hidup? menikah lagi? yakin nggak bakal ada pertengkaran?

jangan dibayangkan pertengkaran dalam pernikahan itu disebabkan karena batu besar. justru hal kecil yang tak pernah terbayang bisa menghancurkan harimu. contoh aku sendiri, dari jaman lahiran klo dibonceng naik motor nggak pernah pegang si pembonceng, selalu pegang motor, bisa bertumpu dengan kaki meskipun tidak berpegangan, intinya, tanpa pegangan aku bisa jaga diri, walau yang bonceng ugal-ugalan. setelah menikah ya tetep aja aku nggak pegangan, lagian nggak biasa juga. uda diingetin kadang lupa, namanya juga kebiasaan. terus dia bilang dengan nada serius sambil nyetir motor "kamu kenapa sih nggak mau pegangan??? malu ta punya suami kayak aku??" "enggak, ya cuma nggak biasa aja" "aku ini kan suami mu, ya dibiasain donggg. itu juga biar kamu aman, nggak jatoh. bla bla bla bla..." puanjang ciiiinnn... aku aja nggak kepikiran sama apa yang ia bilang tadi, aku hanya nggak terbiasa, klo pegangan justru mengganggu keseimbanganku "jadi aku ini ngganggu buat kamuuu" hati ku ber kata , "bacottt lu gangguuuu!!!!!" dalam hati aja, nggak usah keluar2, nanti makin panjang episodenya.kata2 yang patut disensor, tapi terpikir karena betapa nya dirinya....
kebayang nggak sih betapa nggak bersalahnya aku. kayak kesambet, nggak ada ujan nggak ada angin, tiba2 disamber petir. terus aku itu
suka nggak nutup botol sampo dan sabun, lupa nutup lubang air di kamar mandi, nggak biasa matiin lampu, suka lupa naro makanan ampe basi berkali-kali, nggak suka nutup makanan, suka makan sembarangan, ibadah kurang, boros klo pake sesuatu, suka ngilangin barang, suka ngeberesin barang seenaknya kadang dibuang padahal punya dia, kurang sadar sama benda-benda bahaya dan hal biasa lainnya. aku normal kok.

dan dia itu, teliti, suka nyimpen barang2 yang dirasa akan berguna entah kapan, makanan harus habis, nggak ada kata mubadzir, disiplin matiin lampu dan mengembalikan barang ke tempat semula. suka naro baju dimana-mana, sangat hati2 dengan keselamatan (duduk deket colokan listrik aja suru minggir), hati2 dengan makanan tak sehat, anti dengan msg, suka dengan larangan (nggak bole ini itu), sangat lebay tentang kesehatan, pokoknya susah nyari kesamaan.

semua bisa jadi bahan pertengkaran. klo ditanya muak apa enggak, aku pasti muak. rasanya pengen lari dari rumah. tapi sebagai manusia yang berakal, aku merasa aku harus belajar dari kesalahan. minta maaf saja walau nggak salah, jika memberi penjelasan adalah sesuatu yang tidak mungkin. karena menang dalam adu argumen tak akan membuat dia sadar bahwa kita benar, terkadang dia malah merasa terhina. yang paling penting dalam pertengkaran adalah meredakannya dulu. sementara simpan dulu ego. biarlah kita yang salah asal pertengkaran ini dapat disudahi. jika kepala mu dudah dingin, sudah saling memaafkan, baru bicara padanya bahwa sebenarnya seperti apa yang terjadi, apa kesalahan  yang ia perbuat, tentunya jangan dengan nada menyalahkan, biasa saja.

ketika marah, duniamu hancur, pasanganmu adalah orang paling tercela di dunia, kamu menyesal memilih dia, banyak laki2 lain yang lebih dari dia, kamu merasa lebih baik tanpa laki-laki, dunia tidak adil, kamu ingat semua sifat buruk dan kesalahannya sampai cela kecilnya, tak ada kebaikan yang bisa dilihat dari dirinya.
ketika amarah itu memuncak cobalah tenang sedikit dan gunakan akal sehat, bersabar, jangan minta cerai2an dulu, maaf2an aja dulu, klo uda saling memaafkan dan saling mengalah, pasti bayangan2 tadi hilang, angan2 mau bercerai seolah hanya ide konyol murahan,

kesalahan dan pertengkaran adalah alat ukur. jika hanya karena kesalahan dan kekurangan seseorang pergi, maka dia hanya ingin menikmati baiknya kita saja, hidup ini nggak instant kayak negeri dongeng. tapi lebih rumit. jangan menjalaninya dengan rumit.
prinsipku sih, yang penting bukan karena pihak ketiga aja.

Kamis, 03 September 2015

Kurus atau gemuk

Yak ceritanya ini curhat, karna saking frustasinya sama kekurusanku yg tak kunjung reda. Gimna nggk frustasi, niat naikin berat dr 42 ke 45 malah jd 40 kadang 39 kg. Huhu..

Kini beratku 40kg dengan tinggi standart 153cm. Biarpun kurus gini aku dulu pernah mencapai 47kg lho, itu adalah berat badan terberat ku waktu sma. Tp idealnya sih 45kg. Karena dulu naik turun, ujung2 nya 45. Kok sekarang jd 40 gini ya? Sedih juga lihat badan kyk gini, mudah lelah, lemah, nggk tangguh deh pokoknya, makanya jadi ribet klo lg markir motor, nggk kuat nggeser. Huft apa ini keturunan ya? Secara kakak ku jg nggk gemuk, tp ibuk ku jg nggk kurus, pokoknya yg parah itu aku banget deh, klo ada temen yang lagi nyandar atau pegang bahuku rasanya malu banget. Langsung tersentuh tulangnya. Kalo tulang bahuku sih emang beda dari yang lain, nurun ibuk. Aku dan kakakku memiliki bahu yang agak menonjol, nggk rata. Meskipun gemuk retep aja ada tulang yang sedikit menonjol.

Klo diinget2 mengenai kekurusanku sih mungkin lebih kepada mood ku aja kali ya. Aku ini kalo makan dikit, lama, kadang nggak abis, kalo uda makan nggak kuat ngemil, kalo lagi capek dan laper, lebih milih tidur, kalo laper tapi nggk ada makanan lapernya ditahan, kalo lagi malas2an nggk mau bangun meski laper. males banget sih jadi cewek hmm.. .  yah kira2 gitu deh pola makan nggk teratur, laper dibawa tidur.

Males2 gini aku juga da niatan kok nambah berat. Dulu teman ku *una pernah makan obat untuk gemukin badan, hasilnya emang kelihatan, tapi pas uda nggk makek balik lagi kee berat awal. Intinya obat itu sih menambah nafsu makan. Pengen beli juga, tapi ya kalo dipikir2 pasti nggak akan manjur

Kenapa? Percuma nafsu makan bertambah klo niatan untuk makan nggak ada. Nambah2in sengsara aja,  nafsu makan tapi malas makan, jadinya kan tersiksa. Krna yg salah adalah pola hidup, mau nggk mau harus dibiasakan, klo buat aku sih susah krna aku nggk ada yg ngurus kyk waktu dirumah. Masakan ibuk yg uda pasti enak aja jaranh makan, apalagi masakan ku yg jarang enak hahaha.. Good bye aja.

Kyknya kegemukan dan kekurusan sama aja deh penyebabnya, klo dia normal sih, klo kena prnyakit ya beda lagi. Intinya niat aja yang dikencengin. Insyaalloh klo niat gampang menggapainya, orang perawatan wajah aja perlu niat kok, apaan tuh krim jumlahnya belasan. Klo nggk niat semuanya sia2 saja.

Entah kapan aku punya niat :(((


Selasa, 25 Agustus 2015

Asal komen

Di era digital dan serba internet ini, koran2 hampir semuanya memiliki akun di media sosial. Tujuannya pasti agar lebih banyak yang baca. Aku mengikuti beberapa saja dari akun2 itu, yang paling sering sih kompas, beritanya ampe banjir2 kali ya... Nggk berhenti2.
Karena berita ini dipublikasikan di sosmed, otomatis yg muncul cuma judul sama gambarnya aja. Dulu aku rajin sih baca2 ginian, abis itu liat2 komennya. Lucu2 juga. Apa lagi pas kampanye, euyy.. Bikin gemes. Yang unik dari kebanyakan komen adalah mereka yang nggk baca isi beritanya, langsung aja main komen hujat2 an, emosi, ngelawak, istighfar, pokoknya seru deh.. Lbih seru baca komen dr pd baca beritanya.

Kadang ada yang komen "baca dulu isinya baru komen". Sampe di capslock juga. Terus ada juga yg menghujat karena jadi pembaca kok bodoh banget. Isinya apa komennya apa. Secara gitu ya, judul berita kebanyakan nggk mencerninkan isinya, biasanya sih yg beritanya hot2 gitu, kyk tentang isu islam, gosip artis, politik, wes yg menyebabkan fitnah2 itu dah, seringnya sih saya nemu di *om*as.com. saya juga pernah ketipu, " inilah komentar ... Tentang hubungan ibunya dan ariel". Eh ternyata isinya dia nggk mau komentar, gimana nggk komat kamit mulut saya.

Kembali ke asal komen, dulu saya juga ketawa sambil ngebodoh2in orang yg asal komen dalam hati. Nggak nyambung blasss komennya, ngalor ngidul. Tapi... Masak iya sih mereka sepenuhnya salah. Saya kira selain pembaca, pembuat berita nya yang bermasalah. Kenapa pula mereka membuat judul yg provokatif, ya tentu buat jualan lah ya, sama buat jadi kompor. Berita buruk itu selalu jadi idaman media. Klo belum cukup buruk, dipelintir dikit kata2 nya sehingga jadi buruk secara tersirat. Saya rasa selain untuk menarik minat baca, judul yang mencla mencle ini juga bertujuan untuk menyesatkan pembaca. Karena faktanya, judul yang kontroversi lebih banyak langsung di komen dari pada di baca isinya. Ya wajarlah ya..   Kadang yang bersangkutan marah, misal idola politiknya di beritakan negatif. Langsung aja komen.

Mrnurut saya jurnalis macam ini tidak punya etika, karena judul yg ia kenakan bersifat menghasut, kompor, mencela, dan juga menimbulkab perpecahan. Walaupun secara tertulis tidak ada pelanggaran dari berita2 tersebut, apalagi yg sekelas pupuk kompos itu ya, makion lihai bikin beritanya. Contoh nya yg tadi "inilah komentar ..  Tentang hubungan ibunya dan airiel" isinya mbak nya bilang gini "aku kan kesini buat acara ... Jadi aku nggk mau komen tentang itu ya". Meskipun dia nggk komen tentang ibunya, tapi ia tetep ngasi komentar, yaitu nggk mau komentar. Pusing pala bebi ya, bikin berita  puter kanan kiri laris manis.

Di jaman ini uang yang berbicara, demi uang media rela melacurkan dirinya. Apa daya seorang jurnalis walaupun dia tidak ingin menulis berita spt itu, dia kan hanya pekerja dari sebuah korporasi, klo nggk sejalan ya pergi saja. Selain uang juga pemilik terkadang punya nilai yang ingin disisipkan dan juga dihancurkan.

Klo uda kayak gitu gimana pembaca nggk emosi, emang beritanya ditujukan untuk itu kok. So, pembaca kurang bijak itu hanya dampak dari kepentingan pribadi media. Tentu saja yang terlibat dalam pembuatan berita itu dosanya berat, karena secara tersirat ada unsur fitnah dalam berita. Pembacanya se nusantara pula. Tapi klo mereka percaya dosa sih. Hehe

Minggu, 23 Agustus 2015

Pedagang kecil nakal & kurang pelayanan?




Sebagai warga Negara indonesia kita pasti sering mendengar bahwa lebih baik membeli di pasar dari pada supermarket, mending di toko2 kecil dari pada di minimarket, biar uangnya nggak lari ke luar negeri. secara supermarket2 itu kebanyakan dimiliki oleh asing. Aku sendiri juga berpendapat sama. Aku senang kalau belanja di toko2 kecil karena biasanya harga lebih murah. Selain itu juga membantu pendapatan mereka. waktu di kos aku sering sekali membeli jajan, beras, makan, kadang sayur ke pedagang2 kecil. Ada rasa seneng juga setelah aku membeli, melihat betapa sepinya toko mereka, bahkan nenek2 penjual sayur dengan gerobak yang sangat sepi pembeli, gerobak yang harus didorong keliling gang. Membeli ke mereka itu rasanya seperti sedikit berguna saja.
Setelah aku menikah aku juga ingin menerapkan hal yang sama. Aku ingin mengurangi belanja ke super atau minimarket. Tapi karena aku nggak tau tempat2 jual sembako, sementara beli aja di minimarket terdekat. Sewaktu jalan-jalan aku iseng2 minta berhenti di toko kelontong untuk membeli beras. Lumayan murah dan kualitasnya nggak jauh beda sama yang di minimarket. Setelah beras habis, aku pun mengajak hubby ke toko itu lagi. Aku membeli 5 kg, dijadikan 2 bungkus, 3kg dan 2kg. karena mau dikasihkan pak tukang dekat rumah. Awalnya sih enjoy2 aja, tapi kok ada yang aneh ya sewaktu ibuk itu menimbang. Takaran pertama 3kg, karena timbalnya terbatas jadi dia memakai gula dan tepung sebagai ganti timbal. Timbale 1kg ditambah ½ kg timbal sama 2 bungkus tepung. Aku sih masih bingung, itu kan jumlahnya 2 ½ kg bukan 3kg. aku cukup tau mengenai timbang2an dan ukuran tepung ½ kg ¼ kg atau satu kg. karena dulu sebelum ibu ku sakit panjang aku pernah punya toko. Aku sering menggantikan ibu ketika tidak ada orang dirumah. tapi karena itu uda lama sekali jadi aku masih ragu, dugaannku benar atau salah. Pokoknya kalo variable angka dari berat tepung dan timbale aku utek2 hasilnya tetap nggak 3kg. adanya kurang atau lebih. Berlanjut ke bungkus ke dua, 2kg. klo yang ini aku rasa bener. Pas 2kg.
Dari situ aku aku mulai jengkel dan bête, mungkin aku terlihat masih kecil untuk membeli beras. Karena ibu itu menimbang dengan sangat santai terang2an, uda gitu pakai jelek2in seseorang. Ngasi rekomendasi berasnya juga aneh. Harganya rada naik. Aku pulang dengan perasaan bingung jengkel. Kayaknya aku dianggap bodoh sama ibuk itu, nggak ngerti timbang2an. Pas nyampek dirumah yang 2kg untuk dimasak. Ternyata nggak terlalu enak. Berasnya rada hancur. Ah kapok dah beli situ lagi. Niatnya baik, eh pas udah tau sering beli malah ditipu. Gimana pembeli nggak pada kabur klo gitu. Harga beda dikit sama di supermarket, tapi kualitasnya jelas.
Pengalaman lain ketika membeli buah2an, ada yang jutek nggak bisa ditawar, ada yang nakal harganya dinaikin, ada juga yang kualitasnya jelek. Yah mau gimana lagi ya, my hubby udah nggak mau lagi beli buah pinggir jalan, meskipun securang2nya mereka masih mahalan supermarket, tapi ada rasa kecewa yang sulit hilang. Akhirnya kita kalo beli buah selalu di super*nd* aja. Buahnya bagus, kalaupun busuk sama petugasnya dikasih tahu waktu nimbang, bisa tanya2 gimana cara mengetahui melon yang manis apa enggak. Dari situ kita jadi beralih sepenuhnya untuk beli buah, kecuali untuk kasus2 tertentu, missal kasian sama penjual, atau buah yang nggak ada di supermarket.
Untuk sayuran tetep beli di tukang sayur, karena harga nya beda jauuuh ya sama supermarket, belinya tiap hari lagi, bisa bangkrut domfet saya. Meskipun belinya ditukang sayur saya juga milih2, langganan saya ini warungnya jauh dari rumah, karena yang deket rumah lemot klo jual, nggak lihat orang ngantri, yang agresif diduluin, mukanya cemberut jarang senyum, ekspresi biasa aja nggak (kayaknya kalo ini udah dari sononya) kan saya jadi takut ya jadi pengen buru2, jadinya mending yang jauh tp nyaman hehe.
Mungkin selama ini kita tau yang menjadi kekuatan pedangan kecil adalah harganya. Tapi selain harga seharusnya mereka juga mengedepankan pelayanan yang baik dan juga kejujuran. Karena kecurangan hanya akan memberikan untung untuk sementara saja. sementara kejujuran dan juga pelayanan yang baik bisa membuat pembeli jadi loyal. Tapi ya jangan mahal2 juga sih hehe… tentunya nggak semua pedangan kecil itu nakal, cuman mereka yang tidak jujur menodai orang lain yang seprofesi dengan dia.
(postingan ini kok kayak emak2 banget ya hahaha… )

Jumat, 05 Juni 2015

Semester enam


Bulan Juni, menandakan UAS semester enam akan segera hadir. Semester ini aku sudah mengambil proposal. Semester depan insyaalloh skripsi. Ternyata aku sudah sejauh ini ya kuliahnya? Padahal belom bisa apa-apa. Teori-teori masih pada bingung. Apalagi mengplikasikan ilmu.
Seneng nggak sih uda semester akhir? Seneng lah, artinya aku bisa tepat waktu. Jadi mahasiswa standart-standart aja sih. Tapi… jadi dilema juga nih.. mau lulus empat tahun apa tiga setengah? Klo tiga setengah kan cepet tuh, rada ngoyoh tapi kelihatan sedikit sangar gitu, padahal biasa aja. Atau lulus standart empat tahun?
Sebenernya pengen 3.5 aja biar nggk lama2 kuliah. Bosen juga lah kuliah mulu. Tapiiiii… lulus kuliah tu beda sama lulus SMA, SMP, atau SD. Yang kalo lulus terus daftar sekolah lagi, jelas banget itu polanya. Lulus kuliah tu artinyaaa… cari kerja atau kuliah lagi. Masyaallooooh.. aku bingung banget. Nggak kepikiran buat kuliah. Tapi juga nggak kepikiran mau kerja dimana. Nggak kebayang uda dihadapkan pada fase-fase ini. Seperti sudah dinanti dengan tanggung jawab baru.
Sampe sekarang masih nggak tahu mau ngapain abis kuliah, mau tiga setengah apa empat tahun. Klo kerja mau dimana? Gaji berapa ? kerjanya apa? Puyeng pala bebi klo mikir semester.


Kamis, 21 Mei 2015

Menghemat kuota internet Hp xiaomi

Pake hp android itu, gampang2 susah. Enaknya dia mayan canggih, tentu klo ditunjang dengan internet. Tp kadang nggak ke kontrol, tiba2 abis tuh kuota.

Klo pake hp xiaomi, gini nih cara menghemat.
1. Security
2. Data usage
3. Restric
4. Itu ada daftar aplikasi yg km instal, ada tulisan data dan wifi. Klo data di kasih tanda x otomatis dia nggk akan konek internet walaupun paket data dinyalain. Begitu pula wifi. Klo di centang, berarti terhubung.

Jadi bisa hemat kan, krna klo apkikasi di android kadang nganggur2 nyerap kuota, entah notifikasi, iklan, dll. Tau2 uda ludes aja kuotanya. Hehe... Jd nggk perlu repot2 matiin atau hidupin paket data klo pngen hemat.
Selain itu, aplikasi yg penting, kyk line, tetap bisa kita akses 24 jm.

Sekedar berbagi

Rabu, 20 Mei 2015

Mencari colokan di perpus

Yah, jd hr ini adalah hari yg padat sebenarnya. Kuliah pagi sampe magrib. Tp berhubung kuliah bnyk yg nggk ada, jadi nganggur deh, hehehe
Ceritanya lg di perpus, tp jm2 siang gini rame bnget, susah deh cari colokan, secara listrik itu udah seperti nyawa sendiri.
Uda muter2 tetep aja nggk nemu, ada yg tmptnya nggk pas, ujung2 nya ke lt 1 flash lounge, sendiri, krik2...
Eh kmudian teman2 datang, nggk disangka berkumpul dan mulailah ada debat kusir yg tak ada ujung. lucu juga hr ini. Tp nggk dgn tulisan ini.
Flash lounge, akhirnya mnjdi tmpt persinggahan terakhir hr ini

Jumat, 15 Mei 2015

Hati2 dengan Teman mu

Aku memiliki seorang teman, sangat menyenangkan, menghibur, cantik, dan supel. Entah kapan aku mulai dekat dengan dia, kami sering bersama hingga smt.5

Skrng smt.6, aku sudah jarang bertemu dia. Mungkin karena matakuliah sedikit berbeda. Atau bisa dibilang sedikit sengaja.

Awalnya kami tidak berdua, tapi banyak, sekitar lima orang. Tp krna ada beberapa masala, kami jadi terpisah. Aku bersama dia, satu orang masih tertinggal, dan satu lagi bermasalah dengan dia, sementara satunya ikut dengan rivalnya dia. Kami semua berhubungan baik, kecuali dia dan rivalnya dia.

Lama2 aku jd ikut menghindar. Krna dia terlalu banyak bercerita buruk tentang rivalnya beserta keluarganya. Awalnya aku percaya. Tapi kebenaran yg ku dapat ternyata beragam. Hingga aku simpulkan bahwa ia sangat mampu untuk memanipulasi, karena kebenciannya. Karena rivalnya memiliki apa yg tidak ia miliki mungkin. Aku sangat menyayangkan, karrna kami semua dulunya sangat dekat. Bagaimana mungkin ia setega itu mencemarkan nama baik temannya sendiri pada orang2, walaupun mereka dlm permusuhan. Tapi apakah sedangkal itu? Knp aku tidak menemukan sikap yg sama pd temanku satunya.

Dari situ aku mulai berfikir. Aku mengosongkan pendapat pribadiku tentang mereka berdua. Mana kira2 yg memiliki lbh banyak kebenaran. Hasilnya aku mendapat lbh banyak kebenaran dari rival temanku ini. Sementara temanku memiliki kebenaran yang sangat semu. Rupanya ia sangat pandai membingkai. Aku tidak bisa membayangkan, mereka dahulu sangat dekat, aku bukan siapa2 dilihat dr kedekatan mereka. Teman ku itu jg sering diberi sesuatu oleh rivalnya dulu, menginap, dan hal2 yg sangat akrab. Tapi rivalnya berujung seperti ini. Perlakuan, dan perbincangan yg selalu mrmberi nilai negatif pd rival nya. Padahal tidak ada perlakuan serupa pada dia.

Waw, jika mereka yg akrab saja memungkinkan terjadi penghianatan terus menerus, bisa jd akan terjadi pd ku. Aku rasa teman yg sering membicarakan aib orang lain pd kita harus diwaspadai. Krna jika kita tidak ada, bisa jd kita yg akan mnjadi bahan obrolannya dia. Aku rasa aku sudah mengalaminya, hanya saja aku tidak tahu. Semoga saja tidak sampai pd telingaku. Agar aku tidak membenci dia.

Yg harus aku lakukan adalah waspada. Krna teman dekat bisa menjadi musuh yg melumpuhkan. Kenali baik2 siapa yg dekat denganmu. Karena mereka bisa mnjadi aset berharga atau justru racun bagi mu.

Kamis, 14 Mei 2015

Gathering IAIC Jatim Intim 14 Mey

Iaic adalah kepanjangan dari ikatan alumni insan cendekia. Sebuah sekolah yg didirikan Bj Habibie. Iaic jatim intim berarti kita berada di wilayah jawa timur dan indonesia timur paska lulus Man (sma). Ada yang masih kuliah, sudah bekerja, atau yg berdomisili di sini.

Wilayah kami, bisa dibilang nggk terlalu diminati. Kebanyakan mereka melanjutkan ke Ugm dan Itb, atau jakarta2 gitu. Otomatis jumlah kami relatif sedikit. Angkatan ku saja hanya 5 orang di surabaya, 3 orang di malang, 1 orang di tuban, dan 1 orang di bali, klo di Ugm atau jawa tengah, mungkin lbh dr 30 kali ya..

Tapi jumlah yg sedikit ini justru mempererat kekeluargaan kami. Iaic jatim sering nya kumpul campur2 angkatan, dr yang muda hingga yg lupa tahun lulusnya. Seperti kakak dan adik, walaupun kota ini panas, tapi selalu menarik untuk membuat kami bersaudara

Acara yg baru saja kami selenggarakan yaitu membahas proker tahun ini. Ada buka puasa bersama dan makrab. Walau terlihat sepele, ternyata susah juga merealisasikan acara itu, kendalanya adalah keberagaman kami. Terpisah jurusan, fakultas, universitas, kota, profesi dll. Semoga saja niat mengaburkan hambatan2 itu, sehingga km bisa continue to the next agenda

See u in Ramadan 

On may

Ngga kerasa ya ternyata uda semester 6. Sedang merajut proposal, masyaalloh banget. Pertanyaannku masa maba dulu terjawab sudah. Dulu aku pernah bingung

"Kenapa mas dan mbak skripsi itu lebay banged ampe stress pusing nulis status alay, nggak karuan deh. Spt sebuah disaster gitu si skripsi tu." "Ada juga meme tentang skripsi".

Ampe smt 5 jg blom paham, ada beberapa matakuliah juga yg ujiannya bikin proposal penelitian, emmn... Selesai2 jg ternyata

Klo sekarang aku beneran proposal, yah absurd gitu sih, ada sensasi nya ternyata, geregggggetaaannnn... Kadang dosen itu beda2 pemahamannya. Terus kita ikut siapa?
Pjmk menyuruh revisi, ketika sudah di setujui, dibagilah mahasiswa kepada dosen yg akan membimbing. Nah ini nih, beda lagi komentarnya.. . masyaalloh banget
Terus kita kudu nurut apa kekeh? Nanti klo pas sidang pembelaan kita apa klo nurut sm dosen? " kata bu ini, yg benar seperti ini mas"
Terus mas Pjmk pernah bilang di kelas, klo jawaban seperti itu murahan. Buktikan dengan literatur, itu yg bner katanya.
Wah wah... Repot juga ya jd mahasiswa skripsi atau proposal, ternyata bukan karena susah nya aja, tapi juga sisi subjektif dari keobjektivan dosen juga mempengaruhi. Hahaha

Klo tanya sama 10 dosen bisa2 beda semua pendapatnya, 7 tahun nggak kelar2 klo gitu mah

Yang semangat aja dah pokoknya, pantang menyerah,

Kamis, 07 Mei 2015

Kucing yang tidak bisa merawat anak

Sekedar cerita mengenai kucing ku

Aku memiliki dua kucing, mereka kakak beradik dan dilahirkan dengan jarak lumayan. Dua2 nya adl anak tunggal. Kucing pertama perempuan bernama titi, dan yang ke dua tata (cowok tp dulunya dikira cewek karena kelaminnya belum sempurna).

Suatu saat titi di usia yang belum terlalu dewasa ternyata hamil. Tapi tingkahnya masih seperti kucing remaja yang lincah dan suka main2. Hingga tiba waktu dmn titi melahirkan. Ada tiga ekor bayi kucing keciiil di kardus. Tp entah knp bayi kucing itu kecil sekali. Dua hari berikutnya tiga bayi kucing ku mati semua.

Aku rasa aku tau penyebabnya. Kucing ku titi, tak pandai merawat anaknya. Bahkan ketika diberi makan ia memungut nya dan makan di atas tubuh bayi nya, seolah sebagai piring.

Yang kedua, orang tuaku bilang titi keguguran, karena titi mengelurkan sesuatu yg aneh, seperti posisi pup. Mungkin karena titi tidak bisa menjaga tingkahnya.

Yang ketiga, titi berhasil melahirkan dua bayi kucing. Lucu sekali. Tapi sayang, salah satu bayinya serakah tidak memperbolehkan saudaranya menyusu. Akhirnya bayi itu semakin kecil dan menyusut hingga bulunya rontok. Titi sangat enjoy seperti tidak ada apa2. Tidak melakukan apa2 pada anaknya. Sedangkan anak satunya, putih semakin sehat

Bayi titi yang malang akhirnya berakhir tragis dimakan oleh om nya, yaitu tata. Mungkin bayi kucing itu dikiranya tikus. Tata mengetahui itu ponakannya secara terlambat. Mendengarnya membuatku ngilu. Tak bisa dipercaya, tata sangat murung dan tidak mau makan selama seminggu. Sebagai manusia rasanya aku ikut sedih,
Titi sangat protektif pd putih. Jika ingin keluyuran langsung di bawa pada sarangnya. Jika dipegang orang langsung marah dan dimandikan. Sangat menjaga kebersihan anaknya. Putih tidak boleh menginjak tanah. Rasanya sulit memikirkan bahwa mereka kucing. Tapi ada yg menyesakkan dada. Titi tidak menyusui anaknya, dan anaknya tidak tahu cara makan dan minum. Kondisi ini memburuk. Putih semakin kurus, bahkan seperti tak punya daya, ia berjalan spt kucing lumpuh. Gemetaran badannya. Tak sedikitpun makanan dilahapnya. Hingga pada  akhirnya putih menyusul saudaranya. Putih mati atas kegagalan ibunya.

Kini kucing ku tetap dua, titi dan tata

Sabtu, 02 Mei 2015

Ketika sakit

Sehat adalah nikmat yang sering terlupa
Diingat hanya ketika sakit
Sedang ketika sehat, seolah tak ada apa2 yg terjadi
Secuil luka mampu mempengaruhi tubuh bekerja, bahkan perasaan dan semangat
Sangat merepotkan jika ada tugas uts ketika sakit, mau tak mau harus membuat pilihan. Nilai atau istirahat
Bukankan dunia terasa tak adil? Bukankah sistem membuat manusia spt mesin? Atau siapalah yg bisa disalahkan..
Padahal ketika sehat ini ada, serangkaian hal tak bergunalah yang ditekuni, sementara tanggung jawab.. Hanya dilambai kata nanti

Sakit apa yang paling ringan? Nyatanya hampir tak ada, karna seringan apapun pasti membuat penderita terganggu
Ada yg bilang mending sakit hati dr pd sakit gigi. Tapi nyatanya semua sakit itu tak ada yg enak, jika bnar lebih ringan sakit hati, atau sakit perut misalnya, kira2 maukah kita disembuhkan dari penyakit tp ditukar dengan penyakit lain?

Sering sakit tak membuat terbiasa.
Berbeda dengan cuaca, bisa jd krna baru pindah dr panas ke dingin tiba2 bersin setiap pagi
Tp lama kelamaan pasti terbiasa dan kebal
Bgmn dgn wanita datang bulan? Bukankanh bertahun2 setiap bulan rutin sakit, tp nyatanya sakit itu masih dengan rasa yang sama
Masih dengan keluhan yang sama

Senin, 30 Maret 2015

Beli token PLN dengan M*nd*ri e-cash

Baru punya e cash dan listrik uda bunyi
Kebetulan bisa beli pulsa listrik di e cash, alhamdulillah.
Setelah beli, ternyata beli lewat e cash lebih mahal hehe, biasanya 50rb itu kepotong 1500an dan dapet sekutar 34 kwh, klo pake e-cash kepotong 3500 dan dpt 31,.. Kwh.
Enaknya sih praktis, nggk usah keluar rumah tapi ya itu, rada mahal dikit

#sedikitBerbagi

Selasa, 24 Februari 2015

Efek buruk Farm Heroes Saga

Akhirnya aku berhasil mengunistall mu .. Setelah sekian lama berniat..
Ketika level 40an . . alhamdulillah bisa terwujud di level 100
Setelah tanda2 buruk mulai bermunculan
1. Malas makan
2. Malas ngapa2in selain main
3. Bunyi musik yg terngiang meski dimatikan
4. Nggk bisa berhenti main
5. Terbayang2 wortel, stawberry, bawang, apel,   
Dan indikasi lainnya...
Makasi ya farm heroes saga... Kapan2 aku install lagi ya... Love you.. Miss you

Jumat, 20 Februari 2015

Bean pada Heroes Saga

Bean
Apasih kegunaan bean pd farm heroes saga?
Gunanya adalah untuk menggunakan binatang
Mulai level 28 kamu akan menggunakan binatang dlm permainanmu
Binatang ini harganya macam2, ada yg 50 bean, 90 bean dsb.
Gunanya binatang ini juga beda2..
1. Producer, dia memproduksi buah(lihat pojok kiri bawah ada gambar apa, itulah yg dia produksi)
2. Cracker, memecahkan telur
3. Filler menambah isi air di ember
4. Grower menunbuhkan bunga
5. Cleaner membersihkan buah dr kotoran

Farm Heroes Saga

Farm Heroes Saga adalah game dari King, mirip2 dengan candy crush.. .

Cara bermainnya adalah

Lihat gambar paling atas, ada target yang harus di dapat. Misal wortel 40, bawang 40, apel 40.
Pojok kiri ada jumlah moves, atau jumlah kesempatan memindah.
Caranya .. Pindah target sehingga membentuk garis lurus dengan gambar sejenis.. Minimal 3. Misal kita bisa mencocokkan 3 buah wortel dalam satu baris (poin 3). Kalau ada tanda +1 pada objek berarti kita bisa dapat tambahan poin sebesar itu ketika kita dapat mencocokkan objek tersebut.
Berhasil mencocokkan 4 objek dapat memberi nilai + pd objek disekitatnya
Mencocokkan 5 buah sangat bagus. Misal kita berhasil mencocokkan 5 buah wortel. Maka seluruh wortel yg ada di layar akan kita dapatkan.  Mencocokkan 3 dapat 3. Mencocokkan 5 = dapat semua yg sejenis

Hati2 moves mu habis..
Penuhi dulu target di atas dengan maksimal. Jangan membuang moves mu dengan mencocokkan yg bukan target.
Tapi kalau itu perlu untuk mengatur posisi.. Tidak apa2

Tanda love adalah jumlah nyawa farm heroes saga. Jika nyawa mu habis . tutup dulu game nya hingga beberapa jam.. Kurang tau pasti. Mungkin 2 jam . kemudian nyawamu akan kembali full 5. Atau kalo kamu tidak sabaran, untuk menambah nyawa farm heroes saga, ganti settingan tanggal di hp mu. Jam atau hari juga boleh. Misal sekarang jam 8. Ubah jd jm 10 maka... Sim salabim.. Nyawamu akan full abisss..  Haha.. Itu cara ku
Kalo masi belum full mungkin kurang, tambah aja jam nya. Atau tanggal nya aja yg diubah haha...

Di tengan ada kacang hijau,/ bean jika kamu mendapat bintang 1 dapat 50 kacang, bintang 2 dpt 150, bintang 3 dpt 250.
Apasih gunanya bean di farm heroes saga?

Bersambung