Kamis, 07 Mei 2015

Kucing yang tidak bisa merawat anak

Sekedar cerita mengenai kucing ku

Aku memiliki dua kucing, mereka kakak beradik dan dilahirkan dengan jarak lumayan. Dua2 nya adl anak tunggal. Kucing pertama perempuan bernama titi, dan yang ke dua tata (cowok tp dulunya dikira cewek karena kelaminnya belum sempurna).

Suatu saat titi di usia yang belum terlalu dewasa ternyata hamil. Tapi tingkahnya masih seperti kucing remaja yang lincah dan suka main2. Hingga tiba waktu dmn titi melahirkan. Ada tiga ekor bayi kucing keciiil di kardus. Tp entah knp bayi kucing itu kecil sekali. Dua hari berikutnya tiga bayi kucing ku mati semua.

Aku rasa aku tau penyebabnya. Kucing ku titi, tak pandai merawat anaknya. Bahkan ketika diberi makan ia memungut nya dan makan di atas tubuh bayi nya, seolah sebagai piring.

Yang kedua, orang tuaku bilang titi keguguran, karena titi mengelurkan sesuatu yg aneh, seperti posisi pup. Mungkin karena titi tidak bisa menjaga tingkahnya.

Yang ketiga, titi berhasil melahirkan dua bayi kucing. Lucu sekali. Tapi sayang, salah satu bayinya serakah tidak memperbolehkan saudaranya menyusu. Akhirnya bayi itu semakin kecil dan menyusut hingga bulunya rontok. Titi sangat enjoy seperti tidak ada apa2. Tidak melakukan apa2 pada anaknya. Sedangkan anak satunya, putih semakin sehat

Bayi titi yang malang akhirnya berakhir tragis dimakan oleh om nya, yaitu tata. Mungkin bayi kucing itu dikiranya tikus. Tata mengetahui itu ponakannya secara terlambat. Mendengarnya membuatku ngilu. Tak bisa dipercaya, tata sangat murung dan tidak mau makan selama seminggu. Sebagai manusia rasanya aku ikut sedih,
Titi sangat protektif pd putih. Jika ingin keluyuran langsung di bawa pada sarangnya. Jika dipegang orang langsung marah dan dimandikan. Sangat menjaga kebersihan anaknya. Putih tidak boleh menginjak tanah. Rasanya sulit memikirkan bahwa mereka kucing. Tapi ada yg menyesakkan dada. Titi tidak menyusui anaknya, dan anaknya tidak tahu cara makan dan minum. Kondisi ini memburuk. Putih semakin kurus, bahkan seperti tak punya daya, ia berjalan spt kucing lumpuh. Gemetaran badannya. Tak sedikitpun makanan dilahapnya. Hingga pada  akhirnya putih menyusul saudaranya. Putih mati atas kegagalan ibunya.

Kini kucing ku tetap dua, titi dan tata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar