Kamis, 18 Desember 2014

No Vetsin No Problem




                Vetsin atau micin atau MSG pasti sudah menjamur di semua makanan, apalagi chiki2 yang super enak itu,.. hemm.. . meskipun tau bahayanya, masak iya mau mikir dulu sebelum beli chiki, “klo aku kena kanker gimana? Kalo mens ku gak teratur gimana?” kalo aku sih enggak, beli ya beli aja hehe…
                Tapi kalo keadaan sudah melarangmu mengkonsumsinya gimana? Repotkan? Repot banget malah. Mana ada warung yang gak pake micin disini, gorengan aja juga pasti pake kan? Terus aku harus makan apa dong dokter?
                Awalnya sih bunging, bingung banget. Secara masakan yang dijual “keleleran” di Surabaya ini patut dipertanyakan semuanya, misalnya jamu, iya sih obat, tapi pake air apa buk? Jangan2 air PDAM yang asalnya dari kali Surabaya. Masak iya ibuk2 jamu mau repot2 beli gallon buat meramu jamu nya. heuheu… intinya semua makanan di sini ada tanda Tanya nya semuanya.
                Dan satu-satunya cara adalah masak sendiri. Terus gimana dong? Kan aku nggak pernah diajarin masak sama ibuk ku. Yah biasalah, aku kan rada2 lelet, kalo bantuin ibu bukannya disambut, malah diusir. Bisa2 makanan jadi jam 12 siang. Haha.. maaf ya buk.
                Hmm.. nggak perlu khawatir, masih ada internet. Guru yang satu ini sangat bermanfaat untuk menemukan rumus makanan. Dari yang biasa ampe luar biasa. Emang sih, meskipun tau rumusnya klo nggak tau tekniknya kadang jadi bencana. Gosong lah, terlalu asin, belom mateng, atau bener2 ngga bisa dimakan.  Namanya juga mencoba, pasti ada gagal2nya dikit hehe… so, cari yang bener2 detail. Sekarang aku sudah jadi newbe yang radak pinter masak lho.. . Yah, seenggaknya gak terus2an gagal haha…
ternyata seru juga lho masak sendiri. Pertama lebih higenis. Kalo ada kotoran di bahan masaknmu, pasti kamu jijik kan? Pasti dibersihkan, secara kan mau dimakan sendiri. Tapi kalau beli? Mana mungkin mereka mikirin, kotoran dikit aja lho gak bakal bikin pembeli keracunan. Kedua, bahan2 nya jelas. Karena kita yang masak otomatis kita tahu bahan2 yang kita gunakan, kalo beli, bisa aja mereka boong. Kadang sayur kemaren dicampur sayur baru. Mana kita tau? Ketiga, lebih murah, itu uda pasti. Karena bahan2 mentah ternyata murah lho, asal belinya jangan di super market. Lagian kalo di tukang sayur itu lebih realistis keadaannya, mereka nggak naro sayur di kulkas, otomatis yang kita lihat ya itu kenyataannya, buah juga gitu, kalo busuk ya kelihatan. Cahayanya juga biasa, kalo di super market kan pencahayaannya bagus, jadi terlihat segar, sayurnya always fresh. Padahal kan ya karena ada dipendingin, tapi kita nggak tahu kan itu sayur udah dari kapan ada disitu.
Masak sendiri itu seru kok, apalagi kalo berhasil, bisa kamu tunjukin ke pacar kamu misalnya hehe… atau jualan ke temen2 kamu, coba deh, gimana rasanya masak terus berhasil dan kamu dipuji, seneng banget lho rasanya… karena masak itu juga membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga. So, let’s try.. .

Senin, 20 Oktober 2014

Ekonomi Politik (catatan Kuliah)




ini dosennya gak bawa PPT jadi jelasinnya ngawang2, so nyatet nya juga ngawang ahaha... -,-
terus udah gitu klo tak browsing di internet kok rada beda2 gitu ya,.. gapapa lah anggap saja ini catatan kuliahku saja hihihi..
minggu 3.

Barry Clark
membedakan ekonomi politik dari aspek (aktor, goals, institusional arena)
Indicator
Ekonomi
Politik
Actor
Individu
Komunitas
Goals
Growth (pertumbuhan)
Justice (keadilan)
Institusional arena
Market (pasar)
Government

Ø  Ekonomi    : upaya2 individu untuk menggapai pertumbuhan ekonomi lewat mekanisme pasar
Ø  Politik        : upaya komunitas untuk mencapai keadilan melalui pemerintahan
Ø  Efektifitas, efisiensi, & responsif untuk mewujudkan justice
Ø  Ekonomi sangat berpengaruh terhadap politik, ex : konglomerat (salim group, lippo, sinar mas) sangat mempengaruhi arah politik indonesia. misalnya presiden terpilih 2014 adalah agenda dari pemegang ekonomi tersebut.

Frank Stilwell
Mendeskripsikan ekonomi politik dengan serangkaian pertanyaan. Jawaban dari pertanyaan itulah subjek dari ekonomi politik.
Ø  Apa yang sebenarnya terjadi?
Ø  Mengapa hal ini terjadi?
Ø  Siapa yang sedang diuntungkan / dirugikan?
Ø  Apakah itu dianggap masalah?
Ø  Bagaimana cara mengatasinya?
Ø  Siapa yang harus mengatasinya?
Memahami ekonomi Politik dari 2 perspektif:
The political theory of economic : menggunakan teori2 politik untuk menyelesaikan problem ekonomi. Ex : BLSM
The economic theory of politics : kebalikannya
Derrick Gondwe
Memahami ekonomi politik dengan membandingkannya dengan ekonomi neo klasik
Ekonomi
Politik
Falsafah positivism
Anti positivism
Metode scientific
Metode interpretative
Hindari normative
Preskripsi normative
Netralitas nilai
Tidak bebas nilai
Martin Staniland
Political economic :
Ø  Harus dipahami secara jamak, tidak harus ada label “political economic”, tapi ketika mengaitkan bidang ekonomi dan politik.
Ø  Dialektika intelektual perspektif ekonomi politik sejak era pencerahan : liberalism ortodoks, kritik sosial terhadap liberalism, ekonomisme, politisme
Ø  Perbedaan focus
o   Liberalism ortodoks : focus pada preferensi dan kepentingan individu. Preferensi dan kepentingan masyarakat merupakan akumulasi preferensi dan kepentingan individu
o   Kritik sosial liberalism : focus pada preferensi dan kepentingan masyarakat. Preferensi dan kepentingan individu direduksi dari preferensi dan kepentingan masyarakat.
Philippe schmitter
Ekonomisme :
Asumsi : proses politik adalah hasil interaksi antar kekuatan sosial dalam masyarakat.
Kekuatan sosial : Marxist (kelas), pluralist (parpol, klp. Kepentingan, klp. Penekan)
Negara/ pemerintah : dilabelkan sebagai “political market place” yaitu arena (tempat) berlangsungnya interaksi antara kekuatan sosial. Kekuatan sosial yang menang akan menguasai Negara/pemerintahan.
Politisisme :
Asumsi : Negara/pemerintahan adalah subjek bukan arena. Punya kepentingan sendiri
Jika kepentingan pemerintah sejajar dengan kepentingan masyarakat = gpp
Jika berbeda = masalah. Pemerintah akan memaksakan kpd masyarakat
Demokrasi membuat masyarakat memaksa Negara jika civil society nya kuat
Negara menekan dengan cara : koersi, hegemoni, organisasi korporatis

Ekonomi klasik (abad 18-19)
Actor à individu         tujuan à pemuasan individu itu sendiri
Karl Marx àdimensi perubahan sosial dan bagaimana kehidupan berlangsung adalah konsekuensi dari pencapaian individu
Adam smith à dorongan untuk melakukan sesuatu adalah mencari keuntungan bagi diri sendiri, bukan karena otoritas politik yang ada. Invisible hand : pasar mencapai titik keseimbangan sendiri, tidak ada sesuatu yang di luar scenario pasar
Stuart (2 asumsi) : 1. perubahan adalah proses yang wajar terjadi & tidak ditentukan oleh Negara. 2. Peran Negara penting untuk memandu masyarakat menghadapi perubahan itu
David richardo à pasar pada dasarnya mengatur dirinya sendiri, dan individu harus mampu berperan sebagai penjual & pembeli untuk menjamin uang tetap berada di pasar
JB say à sesungguhnya kegagalan pasar secara menyeluruh tidak mungkin. Karena terjadi secara sepotong2 (particular) tidak menyeluruh.
4 Prinsip Eko.Pol Klasik
Ø  Ekonomi pada dasarnya dapat dipisah dari politik
Ø  Ekonomi lebih mendominasi politik, hukum2 ekonomi yang menentukan tingkah actor politik dalam membuat keputusan
Ø  Pasar mengatur dirinya sendiri
Ø  Pembagian kerja yang mentukan .. (gak nututi dosen ngomong apa -_-)
Raul Prebish à pada dasarnya ada pembagian kerja internasional antara Negara maju dan berkembang (ada spesialisasi penjualan produk)
Ex : Negara maju jual produk ½ jadi- Jadi. Negara berkembang jual barang mentah
Ø  Akan ada ketimpangan karena ada perbedaan nilai
Ø  Barang primer stabil karena sesuai kebutuhan.
Ø  Produk olahan meningkat seiring kesejahteraan.
Ø  Kesejahteraan Negara maju : permintaan produk primer stabil (surplus di Negara maju)
Ø  Kesejahteraan Negara berkembang : kenaikan permintahan barang olahan (surplus di Negara maju) sehingga Negara maju semakin maju, Negara berkembang STUCK.

Sabtu, 12 Juli 2014

Yang dEkat ternyata JauH



Saya tidak pernah menuntut apapun dari teman saya. Bagi mereka yang dekat, saya tidak menuntut untuk mengetahui semua masalah dan kesenangannya, ataupun silsilah secara detail. Semua itu terjadi dengan sendirinya. Begitu pula yang jauh.
Sharing informasi pribadi adalah kepercayaan. Jika kamu mendapatkannya maka kamu dipercaya. Entah kamu bukan teman dekat jika mendapat amanah cerita pribadi seseorang, itu artinya kamu dipercaya. Apakah hanya rahasia dari teman dekatmu saja yang kamu ketahui? Rasanya tidak. Terkadang yang dekat justru tak tahu apa-apa. Karena kita sangat mengenal justru membuat kita berhati-hati.
Teman bisa saja dekat atau jauh. Tapi itu hanya membedakan derajat keintiman yang biasa saja. bukan informasi penting yang akan diberikan, tapi antara banyak dan sedikit. Sedangkan informasi penting kubedakan melalui baik dan buruk seorang teman. Aku mengerti sisi buruk seseorang kenapa tak kuceritakan sesuatu. Aku juga memaklumi yang sebaliknya. Bahkan orang terdekat ku saat ini, aku tidak pernah memaksa dia untuk bercerita tentang semua masalahnya. Karena dia lebih tau kebaikan dirinya dan kepada diapa dia harus memberikan ceritanya.
Teman sekamarku Wanudya, aku tidak pernah menobatkan dia sebagai teman terbaikku, tapi aku hamper menumpahkan cerita apa saja pada dia meskipun itu rahasia yang tidak boleh diceritakan. Itu semua karena kepercayaan. Lantas, apakah karena merasa dekat, seseorang harus menuntu suatu kepercayaan padahal dia tidak layak?
Aku sebagai pemegang informasiku sendiri lebih tahu apa yang kurasakan dan apa yang membuat perasaan tetap stabil. Pantaskah orang lain dengan sudut pandang berbeda meneriakiku teman durhaka?   
ini adalah kenyataan dari teori social penetration yang kupelajari di komunikasi antar persona, yaitu ketika sharing informasi menentukan seberapa dekat kamu dengan seseorang.
kurasa kedekatan itu tidak semuanya kasat mata. mengaku dekat tapi tidak tau apa-apa tentang seseorang, artinya kedekatan sudah dibatasi oleh seseorang. kamu dilarang memasuki wilayah lebih dalam.

bukan jauh atau dekat, tapi dapat dipercaya atau tidak.
penghianatan teman dekat itu sudah banyak, tapi orang yang jujur dan dapat dipercaya tidak akan berkhianat

Sabtu, 05 Juli 2014

Authoritas Menyebabkan kurang Kritis



beberapa hari lagi pilpres, rada muak sebenernya dengan postingan-postingan di sosial media, apalagi dari nomor dua.
kemaren aku nemuin status temen jurusanku yang membuatku teringat dengan teori komunikasi, tapi aku lupa itu bab apa. yang jelas temen ku itu berpendapat bahwa pak Prabowo itu sama aja dengan orde baru setelah dia menyimak status dosennya.
teori yang kumaksud itu intinya berbunyi kalau outhority, kepemilikan, membuat kita kurang kritis, tertipu, mudah percaya. dalam kasus ini sang author adalah dosen, yaitu author ilmu pengetahuan, dia dianggap mumpuni dalam hal akademis, ilmu pengetahuan, pengalaman dan sejenisnya.
padahal belum tentu sang dosen benar-benar tau serta objektif, tapi temenku udah terpengaruh dan bertaklid (mengikuti tanpa dasar). aku juga tidak tahu pasti apa yang menyebabkan pilihannya jatuh pada no. 2, jika boleh menerka, tapi jangan percaya karena aku benar2 tidak tahu secara pasti, tapi aku menduga berdasar firasat dan beberapa tanda.
di fakultas ini pernah ada korban yang di culik pada tahun 98. semua orang di fakultas pasti tau hal itu, karena tiap ospek selalu di informasikan. salah satu dari korban itu merupakan bagian dari prodi ku tahun itu. peristiwa 98 pasti tidak akan terlupa bagi mahasiswa yang mengalaminya, begitu pula bagi mahasiswa yang sudah menjadi tenaga pendidik di departemen ku. beliau mengalami, berteman (kalo gak salah) dengan korban. barangkali sudah tersenggol arit hati seorang mahasiswa, hingga luka yang tertutup tetap membekas, atau jangan-jangan tetap terbuka menganga.
sekali lagi aku tidak tahu pasti, ini hanya firasat dan tebakan atas tanda yang kulihat, bukan meramal, tapi menyimpulkan prilaku non verbal.
bagi ku mereka yang mengalami sudah tidak dapat objektif lagi, mereka mendukung karena membenci capres seberang. perasaan yang terluka tak bisa di suru logis, seberapa besar usaha menjelaskan pikiran objektif, sia-sia saja jika berhadapan dengan orang yang sakit hati dan menutup hati.
jika benar terkaan ku, maka sudah pasti profesi yang disandang membuat pesan menjadi kabur, apapun pesan yang kau sampaikan, jika kamu terkenal dan pintar, pasti diyakini benar, bahkan ketika kamu mengigau, kata-katamu bak ayat suci.
abaikan saja tulisan ini, karena sudah jelas ketidak jelasannya,
namun yang pasti, jangan mudah menerima pesan mentah2, tanpa saringan dan tanpa pengetahuan, meskipun yang berbicara profesor dengan ribuan gelar