Rabu, 11 Juni 2014

Renungan ketika belajar Ideologi

 Hasil dari kuliah kemarin
ini pharaprase dari omongan mas dosen
"What is Ideologi? ide atau gagasan yang diyakini benar.
" kenapa ideologi menjadi penting, karena ideologi lah yang seringkali memunculkan perdebatan, pemikiran atau perlawanan"
karena kita merasa yakin akan suatu ide, maka kita membela mati-matian ide tersebut.
 sebagai seorang cendekiawan, sebaiknya kita menjaga jarak dari ideologi atau hegemoni.
agar tetap bisa mengkritisi tanpa berat sebelah.


pertanyaan ku yang baru kepikiran, apakah dengan seseorang meyakini bahwa ketika dia merasa sebagai seorang cendekiawan kemudian harus menjaga jarak, itu tidak termasuk sedang terhegemoni oleh penggagas?

hegemoni yang harus dihindari itu seperti apa bentuknya.
apakah salah berideologi?
kenapa orang kritis terlalu kritis hingga agama dan tuhan di kritisi?
apa mereka paham hakikat agama atau kepercayaan?
bukankah kepercayaan hanya bisa dipercayai? walaupun ditelaah itu hanya pada ranah fiqih
kalau akidah sudah tentu harga mati kebenarannya.
jika kita seorang cendekiawan sudah tau bahwa hal itu tidak patut di kritisi
kenapa dia tidak memilih, percaya atau tidak? bukan benar atau salah
tidak semua orang menemukan kebenaran pada agama lain atau kepercayaan lain lantas berpindah haluan
karena kepercayaan berbeda dengan kebenaran
ketika dia menemukan kebenaran secara logika, apakah itu murni logis?
atau ketidak pastian yang tercipta karena keterbatasan menjangkau logika
ketika kita menganggap bahwa yang tidak terlihat itu tidak ada
apakah nyawa kita juga tidak ada? karena bentuk tidak ada
kenapa tubuh bisa dikatakan bernyawa dan tidak.
manusia hanyalah sebagian kecil dari dunia, jika kita lihat potret nebula dari jagat raya
terlihatkah manusia? terlihatkah bumi? bahkan bintang raksasa menjelma menjadi titik kecil
jika pemikiran manusia diagung-agungkan dengan kerasionalannya, dapatkah ia menjangkau semuanya

kepercayaan itu sakral, tidak dapat diganggu gugat, jika kita melihat bangsa eropa. mereka kebanyakan atheis. kenapa? karena mereka muak dengan sejarah kelam pertempuran agama. ilmu pengetahuan lebih menarik, rasional.
sedangkan bagi kita yang berkeyakinan, agama yang kita anut adalah benar menurut keyakinan.


Senin, 09 Juni 2014

BADAI MATAHARI ANDALUSIA



                Aku menemukan buku ini ketika berjalan-jalan di kampong ilmu, jl. Semarang Surabaya, untuk memenuhi rasa penasaranku terhadap tempat tersebut. Tak mahal, hanya dengan Rp. 15.000 saja aku bisa memiliki novel tersebut.
Judul                     : Badai Matahari Andalusia
Pengarang          : Hary El-Parsia
Halaman              : 399
Tebal                     : 2 Cm
Penerbit              : Diva Press
Cetakan               : 1 (2013)
                Buku ini mengisahkan tentang suatu zaman kelam bagi umat muslim di Eropa setelah 8 abad lamanya islam bertengger di Eropa. Setelah terjadi peristiwa kristenisasi dan pembantaian besar-besaran di Andalusia, semua umat islam diharuskan memilih, masuk Kristen, pergi dari tanah air, atau menetap dan islam tetapi di bunuh dan disiksa.
                Aku tidak tahu pasti cerita di novel ini menceritakan keturunan Isabella ke berapa, sepertinya bukan Raja Frederic dan Ratu Isabella, dua sejoli yang namanya tertera dalam sejarah pembantaian islam. Raja yang memerintah adalah raja Varest, ratu Juliana Fransisca Isabella dan putra mahkota Fredich.
                Ketika itu semua daerah kekuasaan sudah menganut ajaran Kristen, masing-masing desa menyerahkan satu orang untuk menjadi pelayan di kerajaan Isabella. Namun, ternyata ada satu desa bernama Desa Gheyhalda yang masih beragama islam, mereka luput dari pembaptisan. Biar begitu mereka tetap mengirimkan satu orang untuk menjadi pelayan istana agar keislaman mereka tidak diketahui. Pelayan istana itu bernama Fatra.
                Suatu ketika, pangeran Fredich memerintahkan prajuritnya untuk menyelidiki seluruh desa, dan memastikan bahwa mereka sudah menjadi penganut yesus. Kabar gembira diterima Fredich, laporan prajuritnya menyatakan bahwa desa yang mereka kunjungi sudah Kristen. Tapi ternyata laporan terakhir menyatakan bahwa ada satu desa yang masih islam. Desa Gheyhalda sudah diketahui keislamannya. Setelah Fredich mengetahui, dia murka dan mengerahkan pasukan yang dipimpin langsung olehnya untuk melenyapkan desa Gheyhalda.
                Warga desa sudah habis, dipenggal, terkena sabetan pedang serta dibakar. Pasuka Fredich hendak pulang dan merayakan kemenangannya. Pihak istana sudah menyiapkan pesta yang begitu mewah dan gemerlap. Namun ditengah perjalanan pulang, Fredich dihadang oleh Laskar Muslim Andalusia di tengah hutan, semangat mereka mampu mengalahkan Fredich, namun Fredich belum mati. Dia bersembunyi dan sebagian mencari bantuan dari istana. Raja mengerahkan 10.000 pasukan yang dipimpin oleh Julian untuk menjemput pangeran. Tak gentar semangat Laskar Muslim, mereka menyerang pasukan Julian, walau akhirnya mereka mati syahid karena ketidak seimbangan kekuatan.
                Fredich pulang bersama Julian dengan selamat. Pesta digelar besar-besaran. Fatra sangat sibuk mempersiapkan makanan di dapur, tanpa tau ada apa gerangan pihak kerajaan mengadakan jamuan besar-besaran. Fatra hanya bekerja dengan tekun, dan bersemangat Karena mala mini ia akan pulang mengunjungi keluarganya.
                Fatra pulang dimalam hari agar tidak ada orang yang tahu. Dia melewati hutan, dan bertemu dengan tetangganya bernama Adlan, namun dengan kondisi sudah meninggal, tidak hanya adlan, tetapi orang-orang muslim yang lainnya, Fatra berteriak sekencang-kencangnya dan ingin segera pulang menceritakan kepada orang tua nya. Ketiak melihat gapura, fatra merasa lega dan ingin segera pulang, ketika memasuki gapura,… tak kuasa menuliskannya, fatra melihat mayat warga desa yang terbunuh, dipenggal, dibakar oleh tentara Isabella. Fatra mengisak sejadi-jadinya. Dialah satu-satunya muslim di Andalusia kala itu. Isak tangisnya terdengar oleh prajurit yang sedang patroli, akhirnya Fatra ditangkap dan diserahkan kepada Pangeran. Tak disangka, Fatra adalah pelayan yang pernah menumpahkan minuman dibaju pangeran. Wanita yang mempesona hati pangeran.
                Dilema dialami pangeran Fredich. Antara membunuh atau mengejar cintanya terhadap Fatra.