Selasa, 30 Oktober 2012

Awal yang Buruk



            Ini yang pertama dan mengecewakan. Bagaimana perasaanku saat ini? kacau balau berantakan hancur berkeping-keping.
            UTS PIK (Pengantar Ilmu Komunikasi). Persiapan? Sudah dari  hari sebelum UTS sudah ku pelajari materi itu. Sepertinya gampang. Tidak ada baba yang aneh sepertinya. Dan ada buku.
            Penantian di depan mini teater benar-benar membuat jantung berdegup kencang. Seperti mengantri untuk dapet lotre. Sukur-sukur kalo beruntung pulang mesem. 
            Penantian memang jarang yang enak. Setelah menunggu, ternyata giliran ujian lisan keompok ku setelah UTS PPKn. Waw, tak terbayangkan. Setelah pusing dengan PPKn langsung berhadapan dengan muka dosen yang mengandung pertanyaan UTS. Hmmm… sepertinya tidak sesangar itu.
            Hamppir jam 12. Dosennya baru datang. Panggilan pun terdengar. Ought… benarkah aku hidup sekarang ini? semoga ini adalah ilusi belaka.
            Ini kenyataan ternyata. Awal memasuki mini theater merinding. Karena AC sih. Kemudian absen seta mengambil nomor pertanyaan. Firasat buruk pasti datang lagi dan lagi. Gak ada bosennya apa?.  Yasudah jalani saja. Apa yang akan terjadi saat ini?
            Pertanyaan pertama. Adalah aku. Karena aku adalah ketua. Oke-oke terserah kalian saja. Pertanyaanpun dibacakan.
            OM G 1000x. what the hell with that Question. Kenapa dapat pertanyaan macam itu. Terlebih aku todak menyadari kalau ternyata itu adalah pertanyaan. Kata orang-orang itu ngebleng. Halah apapun namanya pokoknya aku benci banged dengan ujian ini. tidak adil rasanya. Kalau itu memang pertanyaannya kenapa tidak langsung disebutkan. Saya jadi bingung. Kalau saya menjawab terbata-bata seperti ini kan jadi sangat menyebalkan. Berapa nilai sayaaa… tidak mencapai target. Semoga ada kemurahan hati dari Dosen yang tercinta.
            Awalnya tentu sangat menyesal, measa bodoh, dan sangat sedih teramat parah. Tapi apa boleh buat. I will do better in the next examination.  Mungkin ini peringatan untuk UTS yang lainnya bahwa diriku harus lebih hard lagi belajarnya. Semoga ini menjadi sebuat lecutan dan mengantarkan aku ke takdir baik. Amiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar