Segerombolan anak-anak tingkat
sekolah dasar menamai geng mereka Chillar Party. Rumah mereka berdekatan.
Selalu melakukan aktivitas bersama-sama. Disanding dengan humor dan
kejahilan yang menggelitik ala anak SD.
Penghuni
baru datang ke area kompleks mereka. Seorang anak(Kafta) berpenampilan seperti
gelandangan dengan seekor anjing(Bidhu). Ia bekerja sebagai pencuci mobil. kedatangan
Kafta sempat tidak disukai Chillar Party.
Kejahilan
mereka sekarang tertuju pada Kafta. Hingga mereka mengetahui fakta tentang
Kafta. Berawal dari rasa iba hingga mereka menjadi satu geng. Bermain bersama
dan saling menolong.
Hingga
terjadi peristiwa pada pesta perayaan jabatan. Ketika Mentri datang, salah satu
orang dari rombongan Mentri mengusir Kafta karena ia terlihat seperti
gelandangan. Bidhu, sang anjing serta merta menolong Kafta dengan mengertak
pengawal Mentri. Dari sinilah semuanya berawal.
Mentri
memberlakukan kebijakan bebas anjing liar kecuali yang mendapat surat ijin. Untuk
membuat itu dibutuhkan tanda tangan sebanyak 35 buah. Sementara Bidhu hanya
mendapat 10 buah tanda tangan dari masing-masing orang tua Chillar Party. Tidak
ada yang mendukkung usaha anak-anak ini. para orang tua tidak ingin berurusan
dengan Mentri. Orang tua mengenggap
bahwa mereka hanya anak-anak. Tak perlu dipusingkan.
Anak-anak
ini punya tekat yang kuat untuk menolong sahabatnya yang tidak bersalah.
Berawal dari membuat berita pada siaran radio bahwa ada anjing bisa berbicara,
agar ada wartawan datang dan Bidhu terekspose. Tapi ini hanya sementara. Tidak
ada pengaruh besar. Namun langkah berikutnya inilah yang menarik perhatian
publik. Yaitu demonstrasi dengan mengenakan celana dalam saja. Meskipun hanya
segelintir anak kecil tapi mereka mempengaruhi ribuan yang lain. perjuangan
mereka tak kunjung padam sampai pada batas waktu yang ditentukan Mentri.
Beribu-ribu anak mengikuti langkah mereka. Berdemonstrasi dengan menggunakan
celana dalam dan menculik perhatian publik.
Film
ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki aspirasi yang perlu ditanggapi. Mereka
punya pendapat, mereka punya perasaan sama saja seperti orang dewasa dan Anak-anak
butuh dihargai dan didukung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar