Sabtu, 04 Agustus 2012

Anak-anak Punya Pendapat


            Segerombolan anak-anak tingkat sekolah dasar menamai geng mereka Chillar Party. Rumah mereka berdekatan. Selalu melakukan aktivitas bersama-sama. Disanding dengan humor dan kejahilan  yang menggelitik ala anak SD.
            Penghuni baru datang ke area kompleks mereka. Seorang anak(Kafta) berpenampilan seperti gelandangan dengan seekor anjing(Bidhu). Ia bekerja sebagai pencuci mobil. kedatangan Kafta sempat tidak disukai Chillar Party.
            Kejahilan mereka sekarang tertuju pada Kafta. Hingga mereka mengetahui fakta tentang Kafta. Berawal dari rasa iba hingga mereka menjadi satu geng. Bermain bersama dan saling menolong.
            Hingga terjadi peristiwa pada pesta perayaan jabatan. Ketika Mentri datang, salah satu orang dari rombongan Mentri mengusir Kafta karena ia terlihat seperti gelandangan. Bidhu, sang anjing serta merta menolong Kafta dengan mengertak pengawal Mentri. Dari sinilah semuanya berawal.
            Mentri memberlakukan kebijakan bebas anjing liar kecuali yang mendapat surat ijin. Untuk membuat itu dibutuhkan tanda tangan sebanyak 35 buah. Sementara Bidhu hanya mendapat 10 buah tanda tangan dari masing-masing orang tua Chillar Party. Tidak ada yang mendukkung usaha anak-anak ini. para orang tua tidak ingin berurusan dengan Mentri.  Orang tua mengenggap bahwa mereka hanya anak-anak. Tak perlu dipusingkan.
            Anak-anak ini punya tekat yang kuat untuk menolong sahabatnya yang tidak bersalah. Berawal dari membuat berita pada siaran radio bahwa ada anjing bisa berbicara, agar ada wartawan datang dan Bidhu terekspose. Tapi ini hanya sementara. Tidak ada pengaruh besar. Namun langkah berikutnya inilah yang menarik perhatian publik. Yaitu demonstrasi dengan mengenakan celana dalam saja. Meskipun hanya segelintir anak kecil tapi mereka mempengaruhi ribuan yang lain. perjuangan mereka tak kunjung padam sampai pada batas waktu yang ditentukan Mentri. Beribu-ribu anak mengikuti langkah mereka. Berdemonstrasi dengan menggunakan celana dalam dan menculik perhatian publik.
            Film ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki aspirasi yang perlu ditanggapi. Mereka punya pendapat, mereka punya perasaan sama saja seperti orang dewasa dan Anak-anak butuh dihargai dan didukung.


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar