Rabu, 29 Februari 2012

Islam Kejawen

            Sejarah masuknya islam ke Indonesia amat beragam. Baik itu dari tahun ataupun teori. Agama islam berkembang pesat di Indonesia karena sifat masyarakat yang memiliki keterbukaan. Bukan hanya islam tetapi juga agama-agama yang lainseperti kristen, katolik, hindu, budha dll.
            Sebelum islam datang ke Indonesia, mayoritas masyarakat Indonesia mengnut ajaran Hindu, Budha, animisme, dinamisme. Meskipun masyarakat Indonesia sifat yang terbuka, tidak selamanya penyebaran atau dakwah islam mengalami kemudahan. Oleh sebab itu para Da’I membuat cara-cara tersendiri untuk mrnsukseskan dakwahnya.
 Islamisasi di Indonesia beragam caranya. Di sumatra berbeda dengan di Jawa. Islamisasi di Jawa di awali oleh rakyat terlebih dahulu barukemudian Raja. Tokoh-tokoh yang sangat berperan dan sangat terkenal di tanah Jawa adalah Wali Songo.
Islamisasi yang dilakukan di tanah jawa tidaklah gampang. Karena masyarakat sudah memiliki kepercayaan sebelum islam datang. Maka dari itu masyarakat Jawa tidak dapat serta merta menganut ajaran islam dengan mudah. Ajaran-ajaran islam yang bertentangan dengan ajaran yang sebelumnya, baik itu berupa sesuatu yang baru atau sebuah larangan terhadap ajaran yang sudah ada. Dalam kondisi seperti ini para ulama’ memili inisiatif tersendiri dalam menyebarkan islam. Orang Jawa di ajak masuk islam secara perlahan. Seperti yang dilakukan oleh sunan kalijaga yang merupakan salah satu anggoa dari Wali songo. Dia mengajak masyarakat untuk mengucapkan kalimat syahadat melalui pertunjukan wayang. Pertunjukan juga selalu di lakukan dengan berlatarkan Masjid. Dengan demikian masyarakat tidak merasa bahwa dirinya terpaksa. Islamisasi serupa menyebabkan lahirnya Islam Kejawen.  Islam yang berselingan dengan adat-adat jawa.
 Pada perjalanannya islam kejawen merupakan salah satu alasan penyimpangan akidah.  Ajaran islam mengalami sosialisasi yang tidak sempurna. Karena kepercayaan-kepercayaan sebelumnya belum sepenuhnya ditinggalkan, sedangkan sosialisasi yang diberikan dilakukan secara perlahan dan tidak secara langsung melarang ajaran yang sebelumnya diyakini benar oleh masyarakat. Seprti memberikan persembahan atau sesajen. Membaca-baca mantra, namun diawali dengan membaca bismillah. Tentusaja dalam pandangan islam kejadian itu merupakan bentuk dari syirik. Sedangkan membaca bismillah sebelum melakukan suatu aktifitas merupakan anjuran. Dalam satu sisi merka melanggar norma-norma ajaran islam, dari sisi yang lain mereka melakukan norma tersebut. Tak jarang juga orang yang menganut Islam kejawen merupakan orang yang taat. Namun pemikiran yang mereka miliki sama seperti generasi sebelum mereka. Pewarisan nilai norma menyebabkan mereka menjadi terdoktrin akan ajaran yang besangkutan. Sesuai dengan fungsi lembaha agama yang tujuannya mendoktrin para pemeluknya. Meskipun sosialisasi telah dilakukan dan ajaran yang mereka pakai tidak rasional atau menyimpang, ajaran tersebut amatlah sulit ditinggalkan. karena sudah menyangkut akidah atau kepercayaann seseorang. Kepercayaan merupakan sesuatu yang sulit di ubah. Terlebih pada masyarakat tradisional..
Dengan demikian perlulah ada pembaharuan islam di masyarakat yang masih memiliki kebudayaan yang timpang tindih. Serta meluruskan ajaran islam yang ada di masyarakat yang masih memprihatinkan.

Senin, 27 Februari 2012

Salahkan aristokrasi jawa?

Aristokrasi jawa adalah sebuah pandangan yang menganggap bahwa etnis jawa adalah etnis yang menduduki strata paling atas. Tidak ada yang pantas memegang kekuasaan teratas kecuali  suku jawa.
Dalam masyarakat Indonesia, aristokrasi jawa masih tertanam dengan rapi di benak masyarakat. Bagaimanapun keadaan Indonesia pemimpin harus tetap orang jawa. Seperti halnya pada era reformasi. B. J. Habibie menjadi presiden hanya karena dia menggantikan Soeharto bukan atas pilihan rakyat. Tak lama kemudian B. J. Habibie lengser. Peristiwa tersebut membuktikan betapa masyarakat Indonesia masih memegang teguh aristokrasi jawa. Namun apakah aristokrasi jawa itu salah?
Seperti kita tau sejak dahulu pulau jawa merupakan pulau yang paling ramai dibandingkan pulau-pulau yang lain di nusantara ini. pulau jawa merupakan pusat pemerintahan ketika penjajahan Hindia belanda. Pulau jawa merupakan daerah kekuasaan kerajaan besar yaitu Majapahit (kecuali padjadjaran). Hingga sekarang pulau jawa masih memegang ranking teratas untuk  kategori pulau terpadat di Indonesia. Berbagai fasilitas umum terdapat di pulau jawa, baik itu dalam hal pelayanan kesehatan sarana hiburan maupun pendidikan. Keadaan inilah yang menjadikan pulau jawa sebagai magnet. Seorang  yang menuntut ilmu ke pulau jawa dianggap lebih. Perpindahan penduduk ke pulau jawa baik itu dalam rangka mencari pekerjaan ataupun menjalani jenjangpendidikan tidak hanya berakhir pada tujuan semula para perantau. Terkadang mereka memilih untuk menikah dan berkeluarga denan orang jawa dan bermukim di jawa. Hal ini mengakibatkan pulau jawa semakin hari semakin padat terutama di daerah ibu kota. Selain memadat juga berpengaruh pada jumlah suku jawa di Indonesia. Suku jawa menjadi amat dominan. Jumlah masyarakat jawa yang dominan mengakibatkan orang jawa merasa bahwa dirinya adalah mayoritas.
Apa hubugan antara mayoritas dan aristokrasi jawa? Suatu bangsa pastilah akan nyaman jika dipimpin oleh seorang yan berasal dari bangsanya sendiri. Begitu pula orang jawa. Mungkin mereka menganggap bahwa pemimpin yang cocok untuk mereka adalah yang berasal dari suku jawa. Masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemimpin juga mayoritas orang jawa. Mungkin jenis suku yang sama akan membuat mereka merasa dimengerti. Ditambah dengan pemikiran masyarakat yang masih belum terbuka. Meskipun tidak keseluruhan dari masyarakat Indonesia. Namun mayoritas mereka masih berpikit sempit. Atau masih berpikir kedaerahan. Keadaan ini tidak dapat dipungkiri. Janganka keterbukaan, angka buta huruf saja masih tinggi. Perekonomian masih berkutat di sektor agraris. Seperti halnya ciri-ciri dari negara berkembang. keadaan yang demikian merupakan bukti bahwa rakyat Indonesia belum siap menanggalkan aristokrasi jawa lantaran memang pemikiran mereka masih kurang terbuka. Oleh karena itu kita juga tidak boleh menyalahkan aristokrasi jawa yang masih tertanam pada diri masyrakat jawa ataupun pada masyarakat yang lain. karena pendidikan yang merupakan pembuka mata bagi kaum-kaum yang masih melek tidak dapat dijangkau oleh masyarakat. Pendidikan masih saja menjadi sesuatu yang mahal dan dapat dijangkau oleh kalangan-kalangan tertentu saja.
Note : ini hanya sebuah opini seorang pelajar SMA. Jika terdapat kekeliruan mohon domaklumi. Karena opini ini hanya menurut sudut pandang pengarang. (dewi_Ch’s)

Minggu, 26 Februari 2012

Jarak

Aku disini dan kau disana.
terpisah.
meskipun sebenarnya kita tak pernah menyatu
namun... gerak-gerik masing-masing menunjukkan
aku dan kamu
satu

akankah kau menungguku.. 
menantiku.. 

disana...

sedang seorang lain inginkan kamu..

seperti inginku pada mu..