Selasa, 08 April 2014

kesalahanku tentang hijab

hijab adalah sesuatu yang wajib bagi seorang muslim, tentunya hijab yang syar'i, menutup aurat. bagi tapi aku tidak terlalu dibiasakan dengan hijab semenjak aku kecil, aku mengenal hijab ketika mengaji dan sekolah. karena hijab termasuk seragam ketika mengaji dan sekolah. selebihnya aku tidak mengenakan hijab seperti seorang muslim sejati. bermain ke luar rumah dengan pakaian bermain tanpa hijab. padahal aku sekolah di institusi islam ketika smp, tapi kesadaran itu masih belum ada. bukan karena aku bandel, tapi karena aku wajar dengan realita disekitarku. begitulah hari-hari ku yang kulewatkan bersama pakaianku

selepas dari MTs Al-Yasini (setingkat SMP), aku melanjutkan ke jenjang sma yaitu Man Insan Cendekia Serpong. di sekolah inilah aku baru mengerti hakikat hijab sebenarnya. aku mengerti bahwa ternyata kewajaranku berpakaian itu bukan hal yang wajar. semua siswi dan guru putri di sini mengenakan hijab rata-rata sudah syar'i. meskipun aku mengerti dan paham, namun hatiku belum tersentuh dengan keharusan itu, aku masih dengan diriku yang dulu. menganggap tidak berhijab itu aman-aman saja. tapi BUKAN menganggap hijab tidak perlu. aku mengenakan hijab disekolah dan keluar rumah, tapi jika ada tamu laki-laki ke rumah, aku masih belum bisa konsisten untuk memakai hijab untuk sekedar membukakan pintu atau mempersilahkan masuk.

sekarang aku sudah kuliah, dan aku sudah sadar akan hijab, namun poin yang terakhir membuatku sangat sulit untuk memakai hijab dan pakaian sempurna. ketika membukakan pintu untuk teman, ketika menyapu sebentar, berjalan ke kamar mandi. yang intinya aktivitas di luar kamar namun di dalam rumah kos. entah kenapa aku merasa ini sangat tidak praktis. aku harus berganti pakaian hanya untuk jarak sedekat itu? lagi pula tidak ada laki-laki yang melihatku. jadi kenapa aku harus seribet itu?. itulah yang aku fikirkan selama ini, jarak dekat ini mengelabuiku.

inilah permasalanku sekarang. dia jadi kecewa terhadapku, karena perilaku ku yang seperti ini. tidak memakai hijab seperti seorang wanita yang tidak istimewa menurut dia. aku setuju. sangat setuju. aku juga sedang berusaha, namun disaat khilaf ku ternyata dia memergoki aku tidak mengenakan hijab di gerbang kos ku yang tertutup. inilah kesalahan ku, aku mengakui seharusnya aku tidak setengah-setengah, seharusnya aku bisa total, seharusnya aku bisa melakukannya benar2 karena Alloh. apalah arti sebuah penyesalan, dan juga penjelasan yang pasti dianggap bohong belaka.

aku ingin sekali benar-benar menerapkannya, 100% dengan kesadaran. Ya Alloh, berilah aku ini kesadaran dari lubuk hatiku yang paling dalam. agar aku senantiasa melakukan perintah-Mu dengan suka rela dan ikhlas. 
dan bagi anda wanita yang sudah mengenakan hijab sempurna, aku iri dengan kalian, aku iri dengan keluarga kalian yang mendidik kalian seperti itu dari kecil, aku IRI,.. dan aku berharap kepada saudari yang berhijab dengan sempurna dan juga lelaki muslim yang menyenangi wanita berhijab saja, jangan pandang kami yang bermasalah ini dengan sebelah mata sebelum mengetahui latar kehidupan kami. karena suatu tindakan yang dengan mudah kalian lakukan merupakan sesuatu yang dapat kita realisasikan dengan susah payah, penuh pengorbanan. just help us to do it well, jangan kira bahwa kami ini tidak ingin, kami sangat ingin, hanya hati ini belum sepenuhnya terbuka seperti milik kalian yang aku iri kan selama ini.